Suarapantura.com - Bank bjb Syariah akhirnya memberikan tanggapan terkait gangguan layanan digital dan ATM yang dikeluhkan sejumlah nasabah dalam beberapa hari terakhir.
Penjelasan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi bank bjb Syariah setelah kolom komentar media sosial mereka dipenuhi protes dari masyarakat.
Dalam balasannya kepada netizen, admin bank bjb Syariah menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan transaksi digital yang hingga kini masih belum sepenuhnya normal. Pihak bank menyebut proses pemeliharaan sistem masih berlangsung.
“Mohon maaf atas kendala transaksi digital yang masih dialami. Saat ini proses pemeliharaan sistem masih berlangsung,” tulis admin bank bjb Syariah di Instagram resminya, dikutip Suarapantura.com, Kamis (28/5/2026).
Bank bjb Syariah juga meminta nasabah untuk sementara melakukan transaksi secara langsung melalui kantor cabang yang beroperasi pada hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Selain itu, pihak bank mengarahkan nasabah yang mengalami kendala transaksi untuk menghubungi layanan Direct Message (DM) maupun Call Center SalaMaslahah guna mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Meski telah memberikan klarifikasi melalui media sosial, gelombang keluhan dari nasabah masih terus bermunculan. Banyak masyarakat mengaku kecewa lantaran gangguan layanan terjadi selama beberapa hari tanpa kepastian kapan sistem kembali normal.
Akibat gangguan tersebut, nasabah dilaporkan tidak dapat melakukan berbagai aktivitas transaksi seperti transfer dana, cek saldo, hingga penarikan tunai melalui ATM. Situasi ini disebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Tidak hanya dialami nasabah umum, lumpuhnya layanan juga dirasakan pelaku UMKM, pekerja harian, hingga kalangan akademisi di sejumlah daerah, termasuk lingkungan UIN Bandung yang aktivitas transaksinya ikut terganggu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Selasa (19/5/2026) sore, layanan mobile banking dan ATM Bank bjb Syariah masih mengalami kendala di sejumlah wilayah. Beberapa titik ATM di Kota Bandung bahkan dipadati nasabah yang mencoba melakukan transaksi.
Seorang nasabah di kawasan Jalan AH Nasution, Kota Bandung, mengaku kesulitan saat hendak mengambil uang tunai untuk kebutuhan mendesak. Ia menilai gangguan yang berlangsung cukup lama telah merugikan masyarakat.
Menurutnya, sebagai bank yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah daerah, Bank bjb Syariah seharusnya memiliki sistem penanganan gangguan yang lebih cepat dan profesional agar aktivitas keuangan masyarakat tidak lumpuh terlalu lama.
Keluhan serupa juga ramai diperbincangkan di media sosial maupun grup percakapan. Banyak nasabah mempertanyakan penyebab gangguan sistem dan meminta kepastian terkait proses pemulihan layanan digital.
Hingga berita ini ditulis, manajemen Bank bjb Syariah belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab utama gangguan sistem maupun estimasi waktu normalisasi layanan secara menyeluruh.