Suarapantura.com - Puluhan nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Muara Tabir kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut penyelesaian kerugian finansial yang hingga kini belum mendapat kepastian dari pihak bank.
Aksi yang digelar pada Kamis (18/6/2026) itu dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Nasabah Tabir Bersatu. Dalam demonstrasi tersebut, para peserta membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan “Bank Ini Ditutup Oleh Nasabah” sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus yang dinilai berlarut-larut.
Koordinator aksi, Fauzan, mengatakan para nasabah kecewa karena hingga saat ini belum menerima kejelasan terkait penyelesaian persoalan yang mereka laporkan.
Menurut Fauzan, dalam pertemuan resmi yang digelar pada 8 Mei 2026 dan disaksikan Camat serta Kapolsek Muara Tabir, pihak Bank Mandiri sempat berkomitmen melakukan investigasi serta menyampaikan hasilnya pada pekan pertama Juni 2026.
"Pihak bank berjanji menyampaikan hasil investigasi pada minggu pertama Juni 2026. Faktanya, sampai hari ini nasabah belum mendapatkan penyelesaian yang jelas," ujar Fauzan di sela-sela aksi.
Ia menilai ketidakjelasan tersebut membuat para nasabah merasa dirugikan untuk kedua kalinya. Selain mengalami kerugian materiil, mereka juga merasa tidak mendapatkan kepastian atas komitmen yang pernah disampaikan pihak bank.
"Pertama karena kerugian materiil, kedua karena janji yang tidak ditepati. Uang nasabah harus dikembalikan. Jika janji dalam berita acara resmi saja tidak dihormati, lalu bagaimana nasabah bisa percaya terhadap komitmen bank?" katanya.
Senada dengan itu, Koordinator Lapangan aksi, Julianto, mengkritik pola komunikasi yang dilakukan pihak Bank Mandiri KCP Muara Tabir. Menurutnya, setiap permintaan penjelasan dari nasabah selalu dijawab dengan pernyataan yang sama tanpa disertai kepastian penyelesaian.
"Yang kami dengar hanya masih proses, masih menunggu, dan sedang ditindaklanjuti. Jawaban seperti itu sudah berulang kali kami terima. Yang dibutuhkan nasabah adalah kepastian waktu dan pengembalian kerugian, bukan kalimat normatif yang terus diulang," kata Julianto.
Ia juga mendesak manajemen Bank Mandiri di tingkat wilayah maupun pusat untuk turun tangan langsung menangani persoalan tersebut agar tidak semakin berlarut-larut.
Aliansi Nasabah Tabir Bersatu menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntutan mereka mendapatkan respons yang jelas. Mereka juga membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tidak ada perkembangan signifikan dari pihak bank.
Meski diwarnai kekecewaan para nasabah, aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para nasabah maupun langkah konkret yang akan dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.