Suarapantura.com - Sejumlah keluhan nasabah mewarnai kolom komentar unggahan resmi Bank Negara Indonesia (BNI) di media sosial. Ironisnya, berbagai aduan tersebut muncul pada postingan yang mengajak masyarakat mendukung peningkatan kualitas layanan melalui polling Danantara Indonesia CX100.
Dalam unggahan tersebut, BNI mengajak publik untuk berpartisipasi dalam survei dengan pesan, "Dukung kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan berpartisipasi dalam polling Danantara Indonesia CX100." Namun, sejumlah nasabah justru memanfaatkan kolom komentar untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami dan mengaku belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Salah satu keluhan disampaikan akun @mohpahrez. Ia mengaku telah melaporkan transaksi yang terkendala sejak 4 Juni 2026, sehari setelah transaksi bermasalah terjadi pada 3 Juni. Hingga 20 Juni 2026, menurutnya dana tersebut belum juga dikembalikan meski berbagai bukti telah disampaikan melalui email maupun kantor cabang.
"@bni46 kalian balikan lah uang saya dari tangggal 3juni transaksi saya Terkendala saya buat laporan tanggal 4juni sekarang tanggal 20 juni kenapaa lama sekali proses kalian saya minta uang saya di kembali bukti bukti juga keterangan saya udah lapor ke email juga kantor cabang samapai sekarang gk balik balik duit saya minta uang itu di transfer kembali saya bukan minta minta @bni46," tulis @mohpahrez.
Merespons hal tersebut, admin akun resmi BNI menjelaskan bahwa laporan nasabah masih dalam proses penanganan unit terkait.
"Halo Kak @mohpahrez , maaf ya atas kendalanya 🙏. Sesuai yg mimin sampaikan di DM, untuk laporan Kakak saat ini masih dalam proses penanganan oleh unit terkaitnya. Untuk proses penyelesaiannya paling lambat 20 hari kerja namun gak menutup kemungkinan bisa lebih cepat, mohon ditunggu prosesnya terlebih dahulu ya Kak.
Semoga permasalahannya bisa cepat terselesaikan ya, sehat selalu Kak. Mimin senang melayani sepenuh hati 😊. Tks. -CX Bobby-," jawab admin BNI.
Namun, nasabah tersebut kembali mempertanyakan lamanya proses penyelesaian yang menurutnya berdampak pada kebutuhan sehari-hari.
"@bni46 tanggal 3juni buat laporan itu @bni saya sekarang tanggal 20juni kalian banyak tanggal merah sampai orang yg butuh kebutuhan susah karena aplikasi @Wondr kalian buat ini," tulisnya.
Admin BNI kembali menyampaikan bahwa laporan masih diproses dan meminta nasabah bersabar menunggu tindak lanjut dari unit terkait.
Keluhan lain disampaikan akun @djandre_11 yang mengaku saldo rekeningnya tidak bertambah meskipun dana kiriman dari orang tuanya disebut telah masuk.
"Saya di kirim uang sama orang tua , keterangan disini udah masuk , tapi kenapa saldo tidak bertambah," tulisnya.
Menanggapi hal itu, BNI menjelaskan bahwa nasabah diminta berkoordinasi dengan bank pengirim apabila rekening penerima dalam kondisi pasif.
Kasus berbeda disampaikan akun @setia.budi_22. Ia mengaku menghadapi persoalan terkait kartu kredit yang menurutnya telah dilunasi lebih dari lima tahun lalu. Namun pada 2026, namanya disebut masih tercatat dengan status kolektibilitas lima (COL 5).
"Kadang tulisan di medsos tidak sesuai dengan realitanya. Kami mempunyai permasalaan kartu kredit yg sudah lunas 5 tahun lebih dan seluruh kewajiban sdh selesai setelah 5 tahun kemudian 2026 ada col 5 yg terkesan tdk membayar. Setelah kita complain sampai hari ini blm juga selesai. Sangat tidak singkron apa yg ditulis dengan kenyataan dilapangan. Inikah wajah sebenarnya..?" tulis @setia.budi_22.
Pihak BNI menyatakan laporan tersebut telah diteruskan kepada unit terkait untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Namun jawaban tersebut kembali dipertanyakan nasabah yang menilai persoalan tersebut telah berlangsung terlalu lama.
"@bni46 ini persis jawaban yang di DM suruh nunggu pdhl sdh 5 tahun apa masih kurang ? Sy pingin penjelasanya secepat mungkin. Harusnya saling menghormati dan adil trhadal nasabah," tulisnya.
BNI kembali memberikan respons bahwa laporan masih dalam proses sesuai prosedur yang berlaku.
Di tengah ramainya kolom komentar, muncul pula akun @aisyhgni yang membagikan nomor layanan WhatsApp yang disebut sebagai Halo BNI. Namun, unggahan tersebut justru memancing respons dari sejumlah warganet.
"@aisyhgni: masih musim 😂," tulis akun @gilangprati.
"@aisyhgni: berani beraninya😂," komentar @tiarask_.
Sementara akun @ferrykadinugraha menulis, "@aisyhgni kok pakai buzzer, wkwk".
Berbagai keluhan yang muncul di media sosial tersebut diduga berkaitan dengan aduan nasabah yang sebelumnya belum memperoleh penyelesaian secara tuntas.