Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Nenek 72 Tahun Bawa Abu Suami Ditolak Terbang Lion Air, Diminta Bayar Rp8 Juta

Sabila JP•
Suara Warga

ilustrasi gambar

Suarapantura.com - Miris! Niat seorang perempuan lanjut usia membawa abu jenazah suaminya dari Medan ke Jakarta justru berujung drama di Bandara Kualanamu.

Kristinah, 72 tahun, disebut gagal terbang menggunakan Lion Air pada 23 Agustus 2026 setelah petugas check-in mempertanyakan isi tas yang dibawanya.

Kisah tersebut disampaikan Erlina, anggota keluarga Kristinah, melalui laporan konsumen. Menurut keluarga, abu jenazah suami Kristinah berada dalam tas yang digendong sendiri dan tidak membutuhkan kursi penumpang.

Namun, persoalan justru muncul ketika petugas Lion Air mengetahui isi tas tersebut.

Awalnya Diminta Bayar Rp1 Juta, Mendadak Jadi Rp8 Juta

Sekitar pukul 10.00 WIB, Kristinah dan saudaranya, Liana, melakukan check-in di konter Lion Air nomor 24.

Petugas perempuan menanyakan isi tas yang dibawa Kristinah. Liana kemudian menjelaskan bahwa tas tersebut berisi abu jenazah suami Kristinah.

Menurut pengakuan keluarga, petugas kemudian menyampaikan bahwa mereka harus membeli satu tiket tambahan sekitar Rp1 juta untuk abu jenazah.

Keluarga mempertanyakan alasan tersebut.

Setelah perdebatan cukup panjang, mereka akhirnya disebut bersedia membayar biaya sekitar Rp1 juta.

Tapi masalah belum selesai.

Petugas tersebut kemudian diklaim menyampaikan bahwa biayanya berubah menjadi sekitar Rp8 juta, karena harus membeli kursi khusus.

Keluarga tentu saja kaget.

Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON
Baca Juga · Suara Warga
Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON

Pasalnya, abu jenazah tersebut tidak ditempatkan di kursi pesawat. Abu dibawa sendiri oleh Kristinah di dalam tas.

Lansia Sudah Kesulitan Jalan, Malah Tak Bisa Terbang

Situasi semakin pelik karena Kristinah sudah berusia 72 tahun dan menurut keluarga memiliki keterbatasan berjalan.

Keluarga mengaku sempat meminta bantuan kepada petugas. Namun, permintaan tersebut disebut tidak membuahkan hasil.

Karena hanya membawa uang tunai sekitar Rp3 juta, Kristinah tidak sanggup memenuhi permintaan biaya hingga Rp8 juta tersebut.

Hingga sekitar pukul 11.30 WIB, Kristinah disebut tetap tidak diperbolehkan melakukan check-in.

Akhirnya, Liana terbang lebih dulu ke Jakarta.

Kristinah sempat mempertimbangkan naik bus ke Jakarta.

Namun, keluarga kemudian mencoba mencari alternatif maskapai.

Pindah ke Citilink, Abu Jenazah Bisa Dibawa

Keluarga kemudian bertanya kepada Citilink mengenai abu jenazah yang dibawa Kristinah.

Menurut keluarga, tidak ada persoalan berarti.

Kristinah akhirnya membeli tiket Citilink untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga
Baca Juga · Suara Warga
Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga

Ironisnya, ketika menggunakan Citilink, penumpang lansia tersebut justru mendapat bantuan dari petugas.

Karena sudah kesulitan berjalan, Kristinah dibantu menggunakan kursi roda hingga proses keberangkatan.

Perbedaan pelayanan tersebut yang kemudian membuat keluarga mempertanyakan perlakuan yang diterima Kristinah di Lion Air.

Aturan Lion Air Jadi Sorotan

Keluarga juga mengaku telah menunjukkan informasi mengenai ketentuan membawa abu jenazah kepada petugas Lion Air.

Mereka menilai abu jenazah yang dibawa sendiri oleh penumpang seharusnya tidak otomatis mengharuskan pembelian kursi tambahan.

Dalam ketentuan resmi Lion Air yang tersedia untuk publik, maskapai memang mengatur berbagai kategori bagasi kabin, barang berharga, barang berbahaya, serta batas ukuran dan berat bagasi. Lion Air juga menetapkan bagasi kabin maksimal 7 kilogram dengan dimensi tertentu.

Namun, dari ketentuan resmi yang dapat diakses tersebut, tidak ditemukan keterangan yang secara jelas menyebut penumpang wajib membeli kursi tambahan hingga Rp8 juta hanya karena membawa abu jenazah.

Di sinilah keluarga meminta Lion Air memberikan penjelasan.

Apakah benar ada ketentuan tersebut?

Jika memang ada, mengapa penumpang tidak diberikan penjelasan tertulis mengenai dasar tarif dan jenis layanan yang harus dibeli?

Dan yang tak kalah penting, mengapa nominal yang awalnya disebut sekitar Rp1 juta kemudian berubah menjadi sekitar Rp8 juta?

Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?
Baca Juga · Suara Warga
Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?

Keluarga Minta Lion Air Bertindak

Erlina mengaku sudah berusaha menghubungi Lion Air untuk menyampaikan keberatan.

Namun, karena kejadian berlangsung pada hari Minggu, keluarga mengaku kesulitan mendapatkan respons melalui chat maupun telepon.

Laporan akhirnya dibuat kepada Lion Air dan keluarga menerima nomor laporan.

Namun hingga laporan tersebut disampaikan, mereka mengaku belum memperoleh penjelasan yang memuaskan.

Keluarga meminta Lion Air melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang melayani Kristinah.

Mereka juga meminta adanya permintaan maaf resmi serta penggantian biaya tiket yang harus dibeli kembali setelah Kristinah gagal terbang dengan Lion Air.

Tudingan keluarga mengenai adanya “penipuan” dan “pemerasan” terhadap petugas Lion Air masih merupakan klaim pihak pelapor dan belum terbukti secara hukum.

Karena itu, bola kini berada di tangan Lion Air.

Jika petugas memang menjalankan prosedur resmi, tunjukkan aturannya secara terang-benderang.

Jika terjadi kesalahan informasi atau prosedur di konter, maskapai juga semestinya tidak tinggal diam.

Sebab yang dipersoalkan keluarga bukan cuma uang.

Ada seorang perempuan berusia 72 tahun yang sedang membawa abu suaminya, sudah kesulitan berjalan, dan berharap bisa pulang ke Jakarta dengan tenang.

Dalam kondisi seperti itu, pelayanan yang manusiawi tentu bukan perkara mewah.

Tags:
#Lion Air#Citilink#Lansia#Customer
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…