Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tiga Tahun Perjalanan Program Kampus Merdeka, Sudahkah memberikan Kemerdekaan bagi Mahasiswa?

Opini•
Suara Warga

Oleh : Tiyas Vika Widyastuti 

(Penulis Merupakan Dosen Fakultas Hukum Univ Pancasakti Tegal)

SuaraPantura.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan program “Kampus Merdeka” pada akhir Januari 2020 lalu.

Menurut Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa Kampus Merdeka merupakan kelanjutan dari Konsep Merdeka Belajar.

Dengan tujuan untuk menciptakan kultur yang berinovatif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan yang diluncurkan antara lain:

Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON
Baca Juga · Suara Warga
Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON
  1. Magang Bersertifikat
  2. Studi Independen
  3. Kampus Mengajar
  4. Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA)
  5. Pertukaran Mahasiswa Merdeka
  6. Membangun Desa (KKN Tematik)
  7. Proyek Kemanusiaan
  8. Riset atau Penelitian
  9. Wirausaha

Pada hakikatnya, kebijakan tersebut memberikan tantangan sekaligus kesempatan bagi pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa.

Mahasiswa kini memiliki ruang yang luas dalam mengembangkan diri dan potensinya. Banyak pengetahuan baru yang akan didapatkan dari dinamika yang ada di lapangan, seperti interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target pencapaian, dan sebagainya.

Berjalan selama 3 tahun ini, program Kampus Merdeka telah diikuti oleh lebih dari 700 ribu mahasiswa dan 2.600 mitra industri yang mendaftar lewat platform Kampus Merdeka.

Sementara jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam berbagai program MBKM sudah mencapai lebih dari 100 ribu yang berasal dari 2.600 perguruan tinggi di 35 provinsi. Hal ini menunjukkan respon positif dari program Kampus Merdeka ini. Namun apakah program ini telah berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan kemerdekaan Pendidikan bagi mahasiswa?

Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga
Baca Juga · Suara Warga
Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga

Program Kampus Merdeka ini banyak diakui memang banyak memberikan hal positif, karena akan mendorong kemampuan mahasiswa agar lebih menguasai ilmu saat memasuki dunia industri.

Namun dalam pelaksanaanya banyak sekali hal yang dikeluhkan dan disayangkan oleh mahasiswa yang mengikuti program Kampus Merdeka ini. Keluhan ini banyak disampaikan di sosial media ataupun secara langsung mengenai program ini. Dari mulai proses administrasi yang rumit, dan yang paling utama adalah mengenai penyaluran dana yang terlambat.

Akibatnya banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dan terpaksa harus menggunakan dana pribadi saat mengikuti program Kampus Merdeka ini.

Tidak hanya keterlambatan pencairan dana, namun masalah konversi Satuan Kredit Semester (SKS) juga menjadi salah satu problematika. Ada banyak mahasiswa yang terpaksa mengulang perkuliahan di tahun berikutnya karena tidak dapatnya dikonversi hak SKS dari program ini, dengan alasan tidak adanya kesesuaian antara program dengan mata kuliah di perkuliahan kampus.

Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?
Baca Juga · Suara Warga
Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?

Mengenai kebijakan kampus tersebut, tidak jarang ditemukan mahasiswa yang mengikuti program ini, juga mengikuti perkuliahan secara full, karena ketidakinginan untuk mengulang perkuliahan.

Padalah jelas berdasarkan ketentuan dalam program ini adanya kewajiban konversi SKS. Hal ini sama sekali tidak mencerminkan kemerdekaan yang ditawarkan pada mahasiswa.

Program Kampus Merdeka ini sangat dominan dengan kebutuhan pasar yaitu pemenuhan kebutuhan industri. Mahasiswa dituntut untuk serba bisa dan serba tau, sementara terdapat ketimpangan pada kualitas perguruan tinggi yang satu dengan lainnya yang tidak diperhatikan.

Selain itu tidak tersedianya data komperhensif terkait karakter jurusan dan kampus yang siap dengan kebijakan Kampus Merdeka. Program ini harus terus dilakukan pembenahan, sosialisasi dan persiapan yang matang, karena sangat disayangkan apabila program sebagus ini dihapuskan.

Program ini seharusnya potensial untuk diterapkan, dengan membuat kampus yang lebih eksploratif sehingga program Kampus Merdeka ini bukan hanya sekadar jargon semata karena tidak menyentuh akar permasalahannya dan belum terimplementasi dengan baik.

Seluruh perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk bisa bekerja sama dalam menjalankan program Kampus Merdeka dengan baik. Kemendikbudristek dituntut secara transparan untuk memfasilitasi akselerasi kampus ini agar berjalan tepat sasaran. Sehingga program Kampus Merdeka ini bukan sebatas jargon, namun betul-betul memberikan kemerdekaan dalam pendidikan yang nyata bagi mahasiswa.
***

Tags:
#tiga tahun#program kampus merdeka#nadiem makariem
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…