Geger Klaim Pemerintah Desa Lemahduwur Temukan Arca Lingga, Pegiat Sejarah: Ngaku-ngaku!
Tim Suara Pantura 07•
Suara Warga
SuaraPantura.com - Penemuan Candi Lingga di Desa Lemahduwur sudah sepatutnya mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah.
Apalagi ini ditemukan oleh para anak-anak muda yang mempunyai visi dan misi melestarikan artefak kuno yang ditengarai merupakan peninggalan zaman kerajaan Hindu-Budha yang notabene sudah berusia ribuan tahun.
Namun kehebohan di sosial media terjadi karena ada klaim dari Pemerintah Desa Lemahduwur yang telah menemukan artefak tersebut, bahkan sudah dimuat menjadi berita di salah satu media online tertanggal 8 Agustus 2023 dengan caption foto yang cukup menggelitik; "Pemerintah Desa Lemahduwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, bersama warga yang menemukan Arca Lingga PERTAMA KALI di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat", dengan foto sedang menunjukan lokasi penemuan arca.
Tentunya berita tersebut menjadi heboh, dikarenakan, faktanya, ternyata beberapa hari sebelumnya arca tersebut ditemukan terlebih dahulu oleh para pemuda pegiat sejarah yang tergabung pada komunitas; Team Cakra Rekso bulan sebelumnya, yakni Juli 2023.
Lewat pesan WathsApp pribadi dengan tim Suara Pantura, Cakra Rekso Prawata menuturkan bahwa ada beberapa poin yang perlu disampaikan.
Pertama, Penemuan Lingga bersama Team Cakra Rekso terjadi pada hari Minggu, 23 Juli 2023 dalam rentang waktu siang hari.
Kedua, hari Rabu, tanggal 26 Juli 2023, kembali tim Cakra Rekso mendatangi makam untuk Penataan Situs.
Ketiga, tim Cakra Rekso berterimakasih atas pengakuanya untuk pendataan situs saja, karena dari Team Cakra Rekso sebagai pegiat situs situs sejarah mencari situs yg terbengkalai, minimal ada pengakuan dari masyarakat luas umumnya dan Pemerintah Daerah pada khususnya.
"Selebihnya silahkan ada pendataan dari siapapun, untuk masyarakat sendiri ikut membantu waktu penataan situs dan Pak RT, kebetulan warga dan Pak RT sendiri yg dulu merawat makam ini tidak tahu itu candi atau makam sepuh, dan kondisi candi pada waktu itu belum seperti sekarang, tertanam oleh tanah. Setelah saya angkat ternyata ini arca atau candi, kemudian saya lapor ke Pak RT dan warga untuk memberikan pemahaman dan edukasi bahwa ini arca atau candi dan makam tua. Akhirnya baru semua pada percaya kalau ini candi. Alhamdulilah pada saat penataan situs disertai beberapa orang pemerintahan dari Lurah dan staf lainnya. Saya turut berterimakasih atas pengakuan ke Dinas Terkait atas situs ini, tetapi minimal harapan kami, ada pengakuan kerja keras kami sebagai pegiat situs-situs sejarah, karena kami sendiri pemuda, dari hati menginginkan situs ini tetap lestari sampai nanti anak keturunan biar tidak hilang peradaban", ungkap Cakra Rekso.
Sementara itu, dengan adanya kehebohan klaim penemuan candi ini, beberapa pegiat sejarah dan artefak juga turut memberikan statement atau pernyataannya lewat komentar di sosial media dan pesan pribadi juga kepada tim Suara Pantura.
Akhmad Zubaedi atau akrab dipanggil Bung Baedi, seorang pegiat situs sejarah dan salah satu penulis buku "Melihat Sejarah Tegal: Dari Sisi Nusantra dan Kolonial", yang juga Pengurus Lakpesdam PCNU Kab. Tegal membuat postingan di facebook.
"Kaya enyong tah ngerti sabenere sapa sing nemukena situs lingga kie. Jare aku tah yen pan ngaku-ngaku ya sing rada apik satitik". Dalam inbox pribadi dengan tim Suara Pantura, Bung Baedi menambahkan panjang lebar, namun akan ditulis secara sekilas saja.
"Tepatnya tanggal 23 Juli 2023 saya dihubungi oleh Cakra Rekso Prawata bahwa dirinya mengaku telah menemukan sebuah situs yang diduga lingga di Desa Lemahduwur (tepatnya di area pemakaman umum). Awal kali ditemukan, lingga ini dalam posisi terbalik dan tertutup tanah. Hanya bagian bawah lingga yg kelihatan. Saya yg kebetulan saat itu sedang di Bandung langsung dikirimi hasil foto-fotonya, dan memang benar itu lingga. Saya pun menyarankan Cakra Rekso agar segera menghubungi ketua RT atau Kepala Desa, dan saya juga menyarankan agar tidak terburu2 untuk di up di media. Sayangnya berita penemuan ini dibuat simpang siur oleh oknum yg haus akan predikat "Peduli Situs dan Ketenaran". Hati-hatilah dalam membaca berita, ingat!!! Orang yg pertama kali menemukan dan mengangkat Situs Lingga ini adalah Cakra Rekso Prawata! yang memang dibantu oleh warga setempat". Penjelasan Bung Baedy.
Statement juga dari Youtuber Pegiat Situs Sejarah, mas Sarkub. Beliau menerangkan hal yang hampir sama dengan bung Baedi, namun berdasarkan penelusuran langsung yang bersangkutan kepada warga setempat.
"Tadi siang saya kesitu (Rabu kemarin, 9/8/23) mencari kebenaran dan bertemu dengan salah satu warga. Warga bilang, Cakra Rekso datang hanya berdua bersama rekan tim, kemudian meneliti di batu Lingga -Shiwa tersebut kemudian mencabut dan dibawa keluar ke depan musholla dekat makam untuk membersihkan batu tersebut. Lalu ada warga yang melihat dan menegur Cakra Rekso, "kenapa dicabut diambil? Naah terus Cakra Rekso menjawab teguran warga itu, "mau tak bawa pulang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut". Kemudian warga tersebut bilang, "jangan mas, kalau mau diteliti ya didalam makam saja". Karena merasa tidak enak, kemudian Cakra Rekso mengembalikan batu Lingga tersebut di tempat semula. Kemudian besoknya Cakra Rekso kembali mendatangi makam tersebut bersama gurunya dengan langsung "dikawal" pak Lurah, pak RT, dan beberapa warga yang ada disitu untuk menata kembali. Kesimpulannya, menurut mas Sarkub, warga setempat tidak tahu, bahwa itu Arca Lingga-Shiwa, tahunya hanya batu nisan biasa yang terpendam. Cakra Rekso menjelaskan pada yang hadir disitu, ia menjelaskan bahwa itu Arca Lingga seperti yang ada di makam Syech Maulana Atas Angin Pedagangan Slawi. Mas Sarkub menyimpulkan bahwa penemu batu itu yang menjelaskan bahwa batu itu adalah Arca Lingga adalah Cakra Rekso.
Dukungan komentar terakhir dari Bijak Cen Soekarno, Founder Tegal History. Dalam sebuah kolom komentar di facebook ia berkomentar, "menemukan pas sudah terlihat dan terbentuk dan tertata?? (Emoticon ngakak), semakin lucu para pejabat pejabat itu". Kemudian ia dalam chat pribadi via WathsApp kepada tim Suara Pantura menuturkan, "Harusnya orang-orang pemerintahan baiknya jangan asal klaim sepihak atas penemuan itu, mereka datang saat Lingga itu sudah berbentuk dan terlihat mata, bukan saat lingga itu masih berantakan dan terpendam tanah," ungkap pria yang akrab dipanggil Bang Jek tersebut.*** (Nur Sidik/Senksonk)