SuaraPantura.com - Saat pemerintah Kota Tegal gemar membangun fasilitas publik yang Instagramable, kini warga mengeluhkan tarif parkir di Alun-alun Tegal (AAT) yang mahal dalam artian tidak sesuai karcis parkir yang diberikan.
Seperti yang dialami oleh Iman Pepsy, warga Tegal yang mengunjungi Alun-alun Tegal dan dimintai Rp. 3.000 oleh tykang parkir disana, padahal di dalam karcis parkir tertera hanya Rp. 1.000.
Ia pun lantas mengungkapkan kekecewaannya melalui salam satu Grup Media Sosial.
" Critane mau esuk jalan jalan di AAT, pas Ng parkiran dimein karcis Karo tukang parkire ngomong bayare 3000 mas (ceritanya tadi pagi jalan jalan di AAT, saat di parkiran diberi karcis oleh tukang parkir bilangnya bayar Rp. 3.000," tulisnya.
"Terus Aku apen-apen Takon : Kye Sing salah tukang cetake apa sapa yah um, bisane tulisane 1000. Tukang parkire cengar-cengir tok. ( terus aku pura pura tanya : ini yang salah tukang cetaknya apa siapa ya um, kenapa tulisannya Rp.1.000. Tukang parkirnya hanya tertawa) tambahnya.
Tulisan ini hingga Selasa (30/10) sudah disukai 717 orang dan dikomentari sebanyak 414 orang.
"Perda kwe parkir motor sewu aja gelem luwih (Perda itu parkir motor seribu, jangan mau lebih)." Tulis akun atas nama Hasan Basry.
" 1000 masuk pendapatan daerah bukan pajak. Yg 2000, dibagi rata ama org2 dibalik layar... " Komen akun atasnama Kilo Raya Scrap.
" Biasa kaya ng pai kaya kuwe juga
kadang tiket manjinge juga diluwihna . lagu lama ,ws budaya mungkin. ( Biasa seperti di PAI (Pantai Alam Indah) seperti itu juga kadang tikey masuknya juga dilebihkan. Lagu lama, sudah budaya mungkin. " Timpak akun atasnama Akhmad Faqih.
***