SuaraPantura.com - Konflik di Desa Wadas kini menyisakan kepedihan bagi warga desa.
Setelah banyak warga yang ditangkapi saat proses pengukuran tanah di Desa tersebut, kini banyak warga dan anak yang mengaku trauma terhadap aparat.
Sebelumnya masyarakat Desa Wadas yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (GEMPA DEWA) menyebutkan bahwa Warga Desa Wadas tidak pernah dilibatkan dalam proses AMDAL rencana tambang batu Adesit.
Warga Desa tetap teguh mempertahankan tanahnya karena mayoritas masyarakat diaana adalah petani.
Adapun perjuangan mereka dalam memperjuangkan hal hidupnya antara lain
mendesak dan menuntut Pemerintah untuk :
1. Mencabut Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/41/2018 tentang Izin Penetapan Lokasi Bendungan
2. Mencabut Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/20 Tahun 2018 tentang Izin Lingkungan Rencana Pembangunan Bener
3. Menolak segala bentuk eksploitasi alam terkhusus di Desa Wadas
4. Menolak segala bentuk Intimidasi terhadap warga yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup terkhusus warga masyarakat Desa Wadas
***