Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Menghidupkan Tradisi, Desa Penujah Kabupaten Tegal Menggelar Tasyakuran Haflah Akhisrussanah

Adi Purnomo Attsani•
Suara Warga

SuaraPantura.com – Rabu malam, 23 Maret 2022 lalu TPQ & MDA Al-Istiqomah mengadakan acara haflah akhirussanah yang untuk pertama kalinya.

Acara tersebut dilaksanakan di halaman SDN Penujah, karena memang saat ini TPQ & MDA Al-Istiqomah Desa Penujah belum memiliki gedung sendiri.

Acara tersebut sangat meriah dan khidmat, dihadiri oleh para wali santri dan masyarakat desa Penujah, para alim ulama dan tokoh setempat, serta hadir pula KH. Muh Tasripin Salim, S.H.I. pengasuh ponpes Al-Adalah Padasari sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut dimulai sejak sore hari, diisi dengan haflah do’a do’a harian oleh para santri TPQ, haflah juz amma bil ghoib dan haflah nadhom kitab Aqidatul Awam serta pidato oleh santri Madrasah serta acara inti yakni tausiyah oleh KH. Muh Tasripin Salim, S.H.I. pengasuh ponpes Al-Adalah Padasari.

Ustadz Adi Purnomo Attsani, S.H. selaku ketua panitia menyampaikan ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt dan ucapan terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materil untuk suksesnya acara tersebut.

Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON
Baca Juga · Suara Warga
Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan yang mungkin di dapati dalam penyelenggaraan acara. Dalam sambutannya, alumni pesantren mahasiswa Ma’had ‘Aly Imam Ghozali (MAIG) Solo ini mengatakan, “al-Istiqomah khoirun min alfi karoomah, artinya Istiqomah itu lebih utama dari seribu karomah”, ujarnya.

Menurutnya, para Nabi dan Rasul memiliki mukjizat, para wali Allah memiliki karomah, sementara kita yang bukan Nabi dan Rasul, juga bukan ulama memiliki suatu amalan yang keutamaannya bahkan melebihi karomah, yakni istiqomah. Hal inilah mungkin yang menjadi ruh dan inspirasi sehingga para sesepuh dahulu memberi nama TPQ & MDA diambil dari kata Istiqomah.

Sementara kepala TPQ & MDA Al-Istiqomah, Ustadz Urip Ariyanto mengatakan bahwa pihaknya akan terus berjuang dan mengusahakan agar lembaganya memiliki gedung sendiri, sehingga akan lebih menunjang proses pembelajaran bagi santri tentu hal itu akan dapat terwujud dengan dukungan dari berbagai pihak.

Dalam acara tersebut, para santri yang berprestasi mendapatkan penghargaan dan hadiah dari panitia. Mereka juga diundang naik keatas panggung bersama dengan orangtuanya.

Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga
Baca Juga · Suara Warga
Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga

Sementara itu, diluar dugaan Bapak Daryo selaku kepala desa juga memberikan penghargaan kepada santri yang mendapat peringkat satu berupa uang pembinaan sebesar 500 ribu untuk kelas 3, 300 ribu untuk kelas 2 dan 200 ribu untuk kelas 1. Menurutnya, hal itu untuk menjadi motivasi positif bagi para santri untuk istiqomah belajar, tetapi bukan masalah nominalnya yang menjadi tujuan nya namun ilmu dan amal.

Sementara Ustadz Saefudin Mirza, S.Pd.I selaku ulama setempat mengatakan bahwa dalam metode pendidikan saat ini perlu ditingkatkan lagi, khususnya tentang penguasaan ilmu alat.

Ia menambahkan tentang pentingnya pengajaran materi dari kitab-kitab dasar klasik seperti nadhom aqidatul awam, kifayatul akhyar, akhlaq lil banin, dsb. Disamping materi-materi dari kurikulum FKDT kabupaten Tegal.

"Kalau pembelajaran hanya menggunakan kurikulum FKDT saja, nanti kasian anak-anak tidak bisa menulis huruf arab pegon", ujarnya.

Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?
Baca Juga · Suara Warga
Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?

Sebab, menurutnya dalam kitab tersebut masih memakai tulisan menggunakan huruf arab pegon, sehingga dengan mengkajinya santri akan terbiasa menulis menggunakan huruf arab pegon.

Huruf arab pegong juga salah satu tradisi yang diwariskan oleh para ulama jaman dahulu di nusantara sebagai sarana untuk memudahkan proses transliterasi (penyalinan) ilmu agama yang bersumber dari kitab-kitab turats berbahasa arab disalin ke dalam bahasa jawa dengan huruf arab, sehingga mudah diajarkan dan dipahami oleh orang jawa. Inilah salah satu tradisi yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Dalam acara inti, yakni KH. Muh Tasripin Salim, SHI pengasuh ponpes Al-Adalah Padasari beliau menyampaikan tentang keutamaa menuntut ilmu (agama).

Beliau juga mengkampanyekan tentang madrasah dewasa, yakni lembaga pendidikan yang dikhususkan bagi orang dewasa. Sebab menuntut ilmu itu wajib, bahkan dalam peribahasa dikatakan belajar itu dari buaian hingga liang lahat.

Menurutnya, menuntut ilmu bukan hanya selesai di bangku sekolah atau madrasah saja, tapi harus tercermin dalam praktek kehidupan sehari-hari. Hal inilah justru yang penting, ilmu untuk amal bukan hanya koleksi pengetahuan sahaja. Misalnya, mempraktekan do’a-do’a harian yang sudah dihafal sehingga menjadi adab dan kebiasaan, mengamalkan adab dan akhlak dalam kehidupan dan bermuamalah.

Semoga tradisi yang sudah dibangun ini akan terus lestari dan semakin baik kedepannya. Tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama-sama saling merawatnya, amien.
***

Tags:
#tradisi#desa penujah#menghidupkan dzikir
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…