Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kedigdayaan Togel dan 'Impotennya' Kaum Agamis di Kabupaten Tegal

Desky Danuaji•
Suara Warga

" Saat Kita berjalan di sudut-sudut kampung Kabupaten Tegal, selain banyak speaker membunyikan ceramah-ceramah agama, tak jarang juga kita akan menjumpai bilik-bilik para pembelajar, yaitu mereka yang rajin membawa alat tulis demi menghitung angka peruntungan yang disebut Togel, sungguh harmoni di tengah ironi,"

SuaraPantura.com - Togel atau Toto Gelap merupakan salah satu jenis perjudian dengan peruntungan menebak angka.

Awal munculnya togel yakni sekitar tahun 1975-1976, dimana ada permainan lotre yang terorganisir dan digawangi oleh Hongkong Joockey Club.

Dalam permainan togel tersebut, ada bola yang terdapat angka kemudian diputar dalam mesin transparan berbentuk plastik.

Pengacakan bola tersebut memakai angin yang berada di bawah mesin. Yang pasti proses pengeluaran nomor tersebut disiarkan secara live supaya nggak ada kelicikan dalam pengeluaran nomor togel dan dpat disaksikan langsung oleh banya orang.

Selain itu, ada sumber lain yang menjelaskan bahwa Permainan togel dipercaya berasal dari Kedah sekitar tahun 1955.

Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON
Baca Juga · Suara Warga
Mahasiswa Sultra-Jakarta Desak Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT KPI dan PT ASKON

Hal ini tentu diperkuat oleh bukti dari persidangan judi di negara Singapura pada tahun 1956.

Terlebas dari itu semua, di Indonesia sendiri permainan Togel sangat marak saat Indonesia mulai membentuk Sumbangan Dana Sosial Berhadiah atau SDSB. 

Namun, yang membuat perbedaan adalah di Indonesia permainan baik Lotre, Toto, Porkas, Kupon diselenggarakan dan dioperasikan dengan  pemerintah.

Di Indonesia penyelenggaran SDSB sudah cukup berhasil sehingga mampu untuk menghimpun uang yang sangat masif dari masyarakat Indonesia.

Dalam waktu kurun dari satu tahun saja (Januari hingga Desember) 1987 SOB berhasil mengumpulkan dana  yang sangat besar dari masyarakat sebesar 221,2 M.

Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga
Baca Juga · Suara Warga
Rp21,58 Juta Mengendap, Rekening Malah Minus: Nasabah Tagih Penjelasan CIMB Niaga

Akhirnya, MUI dan organisasi lainnya memberikan keputusan untuk melarang segala jenis lotere Toto gelap atau Togel.

Namun, masyarakat yang sudah tergila-gila sudah terlanjur mencintai aktivitas ini tidak  bisa berhenti sampai disitu. Mereka tetap bisa melanjutkan permainan undian ini dengan cara  sembunyi-sembunyi dan menginduk ke beberapa haluan pertogelan dunia maupun lokal.

Seperti halnya yang kini marak di Kabupaten Tegal. Togel menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang dianggap lazim, bahkan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi.

Kita dengan mudah bisa menemukan tempat-tempat pengecer togel ini di tengah-tengah masyarakat.

Meskipun ancaman pidana ini selalu mengintai, namun seolah para bandar secara terstruktur bisa memelihara anak buahnya dari jeratan hukum.

Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?
Baca Juga · Suara Warga
Refund Rp999 Ribu Mandek, Tokopedia Tunjuk BNI: Konsumen Terjebak di Tengah, Siapa Bertanggung Jawab?

Tidak hanya itu, kaum agamis selaku penegak moral di masyarakat pun terkesan acuh dan abai.

Seolah menganggap itu adalah bagian yang terpisahkan dari misi dakwah agama.

Paham 'USDEK' atau Urusan dewek-dewek (urusan sendiri-sendiri) sepertinya sudah sangat melekat bahkan lebih kuat daripada doktrin-doktrin agama yang jelas melarang perjudian.

Situasi sosial ini menjadi semacam harmoni yang melegitimasi bahwa togel merupakan bagian dari 'kerajaan' Digdaya yang mampu melumpuhkan norma-norma agama, bahkan norma hukum sekalipun.

Maka mohon maaf jika saya memilih diksi 'impotennya kaum agamis,' Sebab peran penegakan moral kaum agamis kita tengah mengalami 'disfungsi' yang sekali lagi, melegitimasi Kedigdayaan Togel itu sendiri.

Salam Hangat.

Ciluk Ba..
***

Tags:
#kabupaten tegal#togel#bandar#impoten#agamis#digdaya
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…