SuaraPantura.com - Agenda rutin menyambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW hampir setiap masjid dan musholla merayakannya, tidak terkecuali jama'ah Musholla Baitus Syukur di kampung Mangundipuran kelurahan Mintaragen kota Tegal.
Diawali pembacaan Maulid Ad'Diba'i dan diiringi alunan sholawat serta hadroh yang rancak dari remaja-remaja musholla tersebut yang bernama grup hadroh Al Istiqomah acara begitu khusyu'nya. Jumlah jama'ah yang hadirpun membludak hingga sampai lorong-lorong gang.
Acara Maulid pada Jum'at 7 Oktober 2022 ini diisi dengan ceramah dari Habib Muhammad bin Mushtofa Al Athos (Pengasuh Majelis Ta'lim wa Dzikir Nurul Qulub Randugunting kota Tegal). Namun sebelum beliau habib Muhammad berceramah, ceramah awal dilakukan oleh dua putra beliau yang masih belia, dengan menggunakan 2 bahasa (bahasa arab kemudian diterjemahkan dengan bahasa Indonesia) oleh kedua putranya.
Dalam acara inti ceramah Habib Muhammad, beliau menerangkan banyak sekali hikmah-hikmah diperingatinya keliahiran manusia paling mulia, panutan, dan suri tauladan terbaik umatnya
Bahkan orang kafir sekalipun, pamanda Nabi SAW sendiri; Abu Lahab, ketika mendengar lahirnya sang keponakan, ia begitu sangat bahagianya, sehinggak ia "berkorban" dengan membebaskan budaknya, Tsuwaibah Al Islamiyah, yang kemudian justru ikut mengasuh bayi Muhammad kecil
Bahwa kelahiran Nabi SAW seharusnya menjadi bukti bakti. kecintaan kita terhadap beliau (Nabi). Apa yang kita korbankan dalam merayakan kelahirannya, lewat sumbangsih tenaga, pikiran, serta dana, belum seberapa dengan pengorbanan Nabi untuk umatnya.
***