SuaraPantura.com - Kali ini kita bagikan kisah tentang perjalanan usaha UMKM 'Dikin Cireng' Pemalang yang ternyata memulai bisnis dari nol.
Ditemui redaksi, Dikin sang owner menceritakan bahwa dulu Ia memulai usaha awal hanya dengan modal Rp 30 ribu rupiah, dan usaha pertama kalinya adalah usaha jualan balon keliling.
Hal itu menurut Dikin merupakan titik baliknya dalam perjalanan bisnisnya.
"Dulu pertama kali mulai usaha modalnya Rp 30 ribu rupiah, karena ya memang hanya punya itu. Akhirnya buat usaha jualan balon keliling di pasar-pasar," ungkap Dikin.
Dari hasil jualan balon ituh kemudian modal diputar terus dan konsisten di dunia bisnisnya itu.
Menurut Dikin, kuncinya adalah konsisten dan disiplin tinggi dalam pengelolaan manajemen usaha.
"Ya kuncinya konsisten dan disiplin dalam mengalokasikan modal untuk diputar kembali ke usaha," jelas Dikin.
Usai bisnis balon keliling, dikin pun mulai merambah ke usaha-usaha lain seperti wahana anak, tebah cengkeh dan bisnis lainnya.
Dikisahkan Dikin bahwa usai menjalani banyak usaha sebelumnya, akhirnya ia menambatkan hatinya untuk fokus usaha cireng.
Menurutnya usaha tersebut cashflownya bisa untuk penghasilan harian.
"Ya akhirnya fokus di satu bisnis dan dimatangkan, saat ini Saya fokus usaha cireng, sebab hasilnya bisa harian," ungkap Dikin.
Ditanya soal pencapaian, kini Dikin sudah bisa membuat Rumah Toko (Ruko) di daerah Lodaya Pemalang untuk merambah ke bisnis makanan populer yakni Bakso dan Mie Ayam.
" Alhamdulillah sudah bisa bangun Ruko dua lantai, rencana disini (Ruko) akan Saya buat Pondok Bakso dan Mie Ayam, sementara di lantai dua akan dibuat konsep ruang pertemuan untuk acara-acara," terangnya.
Dikin kemudian berbagi kunci sukses untuk para pelaku UMKM agar dipermudah dalam memulai dan menjalankan usaha.
"Selain konsisten dan disiplin tinggi, yang tak kalah penting adalah berbakti kepada kedua orang tua, selalu meminta maaf dan minta foa kepada mereka," terang Dikin.
***