SuaraPantura.com - Walaupun bulan Robiul Awal sdh lewat, tidak ada kata usai untuk mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW. Agenda menyambut Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW hampir setiap masjid dan musholla merayakannya, tidak terkecuali jama'ah Masjid Abdullah Asy'ari, salah satu masjid tua di kota Tegal ini yang terletak di kampung Mangundipuran kelurahan Mintaragen juga turut memperingatinya.
Diawali pembacaan Maulid Ad'Diba'i dan diiringi alunan sholawat serta hadroh yang rancak dari grup hadroh LSM Mangundipuran acara begitu khusyu'nya.. Jumlah jama'ah yang hadirpun membludak hingga sampai halaman TK Aisyiah dan lorong-lorong gang.
Dengan sholawat yg dipimpin ustadz Imam Baehaqy (Alumni Hadromaut Yaman) yang terkenal dengan suara merdunya, menambah meriahnya alunan sholawat nabi tersebut.
Acara Maulid dibuka dg sambutan ketua Panitia yakni ust. Muhammad Kapsan dan sambutan Ta'mir Masjid, ustadz Fauzan Jamal, S.Ag.
Kemudian acara inti Mauidhoh Hasanah diisi dengan 2 (dua) tausiyah ceramah dari Ustadz Zakaria dan Habib Muhammad bin Mushtofa Al Athos (Pengasuh Majelis Ta'lim wa Dzikir Nurul Qulub Randugunting kota Tegal).
Ustadz Zakaria menyampaikan tausiyah singkatnya dengan mengatakan merasa kaget diadakannya peringatan maulid di masjid tersebut. Dikatakannya kembali, ketika dihubungi panitia, dikiranya bercanda, karena memang acara peringatan tersebut diadakan secara mendadak. Kemudian beliau berharap semoga acara-acara seperti ini (maksudnya Peringatan Hari Besar Islam) selalu diadakan di masjid Abdullah Asy'ari.
Kemudian tausiyah terakhir oleh AlHabib Muhammad bin Musthofa Al Athos (Pengasuh Majelis wa Dzikir Nurul Qulub).
Beliau menerangkan banyak sekali hikmah-hikmah diperingatinya kelahiran manusia paling mulia, panutan, dan suri tauladan terbaik umatnya, namun akan diringkas sebagaimana berikut.
Pertama; Barang siapa memakmurkan masjid insya Allaah akan dimakmurkan Allaah, akan dijauhkan marabahaya di sekitar daerah masjid tersebut.
Kemudian terkait maulid, rasa
Kesenangan, kegembiraan, dan kecintaan terhadap Nabi (SAW) merupakan perintah Allaah SWT sendiri.
Bahkan orang kafir sekalipun, pamanda Nabi SAW sendiri; Abu Lahab, ketika mendengar lahirnya sang keponakan, ia begitu sangat bahagianya, sehinggak ia "berkorban" dengan membebaskan budaknya, Tsuwaibah Al Islamiyah, yang kemudian justru ikut mengasuh bayi (nabi) Muhammad kecil
Bahwa kelahiran Nabi SAW seharusnya menjadi bukti bakti. kecintaan kita terhadap beliau (Nabi). Apa yang kita korbankan dalam merayakan kelahirannya, lewat sumbangsih tenaga, pikiran, serta dana, belum seberapa dengan pengorbanan Nabi untuk umatnya. tutur penceramah yang biasa dipanggil dengan sebutan Habib Muh, tersebut.
Acara ditutup dengan Tahlil Talqin dan Doa yg dipimpin oleh Habib Muhammad Rukni Al Athos.
***
(Senksonk)