Suarapantura.com - Nama Direktur Utama Bank bjb Syariah, Arief Setyahadi, ikut menjadi sorotan publik di tengah gangguan layanan digital dan ATM yang dikeluhkan nasabah dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Arief mencapai Rp 6,3 miliar.
Dilihat dari data LHKPN yang dilaporkan pada 26 Februari 2024 untuk periode tahun 2023, Arief Setyahadi tercatat menjabat sebagai Pemimpin Divisi di PT Bank BJB Tbk. Total harta kekayaannya mencapai Rp 6.361.948.015 setelah dikurangi utang sebesar Rp 573 juta.
Arief tercatat memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 5.937.056.000. Properti tersebut tersebar di Kota Bandung, Bandung Barat, hingga Sleman, Yogyakarta.
Tiga aset terbesar yang dimilikinya berada di Bandung dan Bandung Barat. Masing-masing berupa tanah dan bangunan senilai Rp 2,5 miliar di Kota Bandung, Rp 2,5 miliar di Bandung Barat, serta rumah senilai Rp 500 juta di Bandung.
Selain properti, Arief juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 776 juta. Kendaraan itu terdiri dari Honda Scoopy tahun 2010, Honda Vario tahun 2014, Yamaha XMAX tahun 2018, Toyota Etios tahun 2014, hingga Mitsubishi Pajero Sport tahun 2020.
Dalam laporan tersebut, Arief juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 211,9 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp 10,2 juta. Namun, ia tidak melaporkan kepemilikan surat berharga maupun harta lainnya.
Nama Arief Setyahadi sendiri belakangan ramai diperbincangkan setelah Bank bjb Syariah mengalami gangguan layanan digital dan ATM yang berdampak pada aktivitas transaksi nasabah di sejumlah daerah.
Bank bjb Syariah melalui akun Instagram resminya telah menyampaikan permohonan maaf kepada nasabah atas gangguan layanan tersebut. Pihak bank menyebut proses pemeliharaan sistem masih berlangsung dan meminta masyarakat sementara melakukan transaksi langsung melalui kantor cabang.
“Mohon maaf atas kendala transaksi digital yang masih dialami. Saat ini proses pemeliharaan sistem masih berlangsung,” tulis admin bank bjb Syariah di Instagram resminya.
Akibat gangguan itu, sejumlah nasabah mengaku kesulitan melakukan transfer dana, cek saldo hingga penarikan tunai melalui ATM. Keluhan juga ramai muncul di media sosial karena layanan disebut belum sepenuhnya normal selama beberapa hari terakhir.
Hingga berita ini ditulis, manajemen Bank bjb Syariah belum memberikan penjelasan rinci terkait penyebab utama gangguan sistem maupun estimasi waktu normalisasi layanan secara menyeluruh.