Suarapantura.com - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Okki Rushartomo Budiprabowo, menunjukkan kenaikan kekayaan yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan data yang tercantum dalam laman e-LHKPN KPK, total kekayaan Okki tercatat sebesar Rp15,32 miliar pada laporan tahun 2023. Angka tersebut meningkat sekitar Rp3,85 miliar dibandingkan laporan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp11,46 miliar.
Kenaikan harta tersebut terutama ditopang oleh lonjakan nilai surat berharga yang dimiliki Okki. Pada laporan tahun 2022, nilai surat berharganya tercatat sebesar Rp1,63 miliar. Setahun kemudian, nilainya meningkat tajam menjadi Rp6,47 miliar atau bertambah sekitar Rp4,84 miliar.
Sementara itu, sejumlah komponen harta lainnya relatif stabil bahkan mengalami penurunan. Dalam laporan tahun 2022, Okki melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp5,01 miliar, alat transportasi dan mesin Rp405 juta, harta bergerak lainnya Rp551 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp6,95 miliar. Pada periode berikutnya, perubahan terbesar justru terjadi pada instrumen surat berharga.
Kenaikan nilai investasi tersebut membuat total kekayaan bersih Okki meningkat menjadi Rp15,32 miliar meskipun masih tercatat memiliki kewajiban atau utang dalam laporan kekayaannya.
Okki Rushartomo resmi menjabat sebagai Corporate Secretary BNI sejak 19 September 2022. Pengangkatan tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi perusahaan.
Sebelum menduduki posisi tersebut, alumnus Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) itu telah menempati sejumlah jabatan strategis di BNI. Ia memulai karier sebagai Assistant Vice President (AVP) pada Divisi Bisnis Kartu pada 2012.
Kariernya kemudian terus meningkat dengan menjabat Vice President Divisi Bisnis Kartu pada periode 2015 hingga 2018, dilanjutkan sebagai Kepala Divisi Bisnis Kartu pada 2018 hingga 2020. Setelah itu, Okki dipercaya memimpin Divisi Komunikasi Pemasaran BNI pada 2020 hingga 2022 sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Corporate Secretary.
Lonjakan kekayaan yang tercermin dalam laporan LHKPN tersebut menjadi salah satu data yang menarik perhatian publik, terutama karena sebagian besar peningkatan berasal dari instrumen surat berharga yang nilainya melonjak dalam kurun waktu satu tahun pelaporan.