Suarapantura.com - Dian Siswarini merupakan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Perempuan yang dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di industri telekomunikasi Indonesia itu menggantikan Ririek Adriansyah yang memimpin Telkom sejak 2019. Selain rekam jejak panjang di dunia telekomunikasi, Dian juga tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp199,11 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada Agustus 2025.
Dian bukan sosok baru di industri telekomunikasi nasional. Kariernya telah berlangsung hampir tiga dekade dan sebagian besar dihabiskan bersama PT XL Axiata Tbk. Ia bergabung dengan perusahaan tersebut pada 1996 dan meniti karier dari berbagai posisi strategis hingga akhirnya dipercaya menjadi Presiden Direktur atau CEO sejak 1 April 2015. Selama hampir 10 tahun memimpin XL Axiata, Dian dikenal sebagai figur yang berhasil membawa transformasi bisnis perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi.
Sebelum menduduki posisi puncak di XL Axiata, Dian pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur XL Axiata pada periode 2014-2015. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menduduki posisi Group Chief of Marketing and Operations Officer di Axiata Group Berhad, perusahaan induk XL Axiata yang berbasis di Malaysia. Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya sebagai eksekutif telekomunikasi dengan jaringan dan pengalaman internasional.
Dari sisi pendidikan, Dian Siswarini merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991. Latar belakang pendidikan teknik tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya di sektor teknologi dan telekomunikasi.
Selain aktif sebagai eksekutif perusahaan, Dian juga dipercaya mengemban sejumlah jabatan komisaris, di antaranya Komisaris Utama PT Hipernet Indodata sejak Juni 2022 dan Komisaris PT Link Net Tbk pada periode 2022 hingga 2024.
Selain karier profesional yang mentereng, kekayaan Dian Siswarini juga menarik perhatian publik.
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 15 Agustus 2025 saat awal menjabat sebagai Direktur Utama Telkom, total harta kekayaannya mencapai Rp199.111.552.535 atau sekitar Rp199,1 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp292,35 juta.
Sebagian besar kekayaan Dian berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp58,56 miliar. Aset tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Bandung, hingga Kuningan, Jawa Barat. Beberapa properti bernilai tinggi yang dimilikinya berada di kawasan Jakarta Selatan dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
Di sektor investasi, Dian tercatat memiliki surat berharga senilai Rp39,98 miliar. Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas yang mencapai Rp89,42 miliar. Jumlah tersebut menjadikan kas dan simpanan sebagai komponen terbesar dalam total kekayaan yang dilaporkannya kepada KPK.
Untuk kendaraan pribadi, Dian memiliki koleksi kendaraan dengan total nilai Rp5,78 miliar. Daftar kendaraan tersebut mencerminkan tren kendaraan premium dan ramah lingkungan. Beberapa kendaraan yang dimilikinya antara lain Hyundai Ioniq 5 tahun 2024 senilai Rp700 juta, BMW iX xDrive40 senilai Rp2 miliar, Hyundai Palisade senilai Rp950 juta, Denza D9 tahun 2025 senilai Rp950 juta, serta Mazda CX-60 senilai Rp1,18 miliar.
Selain itu, Dian juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp5,65 miliar. Secara keseluruhan, laporan tersebut menunjukkan kondisi keuangan yang sangat kuat dan mencerminkan perjalanan panjang karier profesionalnya di level puncak industri telekomunikasi nasional.