SuaraPantura.com - Kelangkaan gas LPG 3 Kg terjadi di Kabupaten Pemalang.
Dari semenjak lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, masyarakat kalangan miskin di Pemalang kerepotan memperoleh gas LPG 3 Kg untuk pemenuhan kebutuhan memasaknya.
Pemerintah pun beralasan, bahwa langkanya gas 3 kg ini akibat permintaan hari raya yang meningkat.
Meski begitu, usai hari raya kelangkaan Gas 3 kg ini di beberapa daerah pun masih terjadi.
Bahkan di beberapa kasus, harga gas 3 kg ini naik melebih batas Harga Eceran Tertingginya dan menembus harga yang tidak wajar.
Daerah dengan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi ini pun menghadapi persoalan baru ini yakni masyarakat miskin semakin sulit mendapatkan gas 3 kg, jika pun ada kadang harganya mahal.
Sementara itu, hingga Jumat 19 April 2024 pihak-pihak otoritas terkait belum menemukan persoalan pasti terkait kelangkaan gas 3 kg ini.
Jika penyebabnya adalah petmintaan pasar yang meningkat jelang hari raya, pemerintah mustinya sudah mampu mengantisipasi.
Mengingat sudah berkali-kali menghadapi Hari Raya mustinya pemerintah bisa belajar.
Apalagi pemerintah juga punya data suplay di berbagai wilayah di Pemalang. Mana wilayah yang membangkak dan bisa segera diantisipasi.
Sidak-sidak otoritas terkait pun belum menuai hasil. Apalagi hasil sidak juga kurang dipublikasi kepada masyarakat. (Sidak atau hanya jalan-jalan? Kikik..).
Kedepan masyarakat butuh pemerintahan yang tegas dan transparan.
Tindak jika ada yang main-main terhadap suplay gas untuk masyarakat miskin ini.
Dan transparan terkait dengan fakta riil di lapangan.***