Oleh : dr. Ali Subhan
(Penulis merupakan seorang dokter yang bertugas di wilayah Tegal, Jawa Tengah)
SuaraPantura.com - Tiga tahun sudah covid telah berlalu, dan datang kembali Kejadian Luar Biasa (KLB) virus rubella atau yang lebih dikenal yaitu campak.
Akhir akhir ini sudah banyak anak anak curiga terinfeksi virus campak. Khususnya di kota atau kabupaten Tegal dan sekitarnya sudah ada pasien dengan curiga terkena virus campak. Mungkin secara data belum ada, namun ini hanya berdasarkan hasil observasi.
Lalu apa itu campak? Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat mudah menular. Cara penularannya bisa lewat udara (airbone), ketika seseorang menghirup atau terkontaminasi langsung air liur dari penderita yang sedang batuk atau bersin.
Campak juga dapat menularkan dari ibu hamil ke janin yang di kandungnya melalu aliran darah.
IDAI mengatakan gejala campak ditandai dengan demam 38°C selama 3 hari atau lebih, terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau berair.
Ruam muncul pada muka dan leher, biasanya di mulai dari belakang telinga, kemudian menyebar keseluruh tubuh. Tanda khas bisa ditemukan Koplik's spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.
Beberapa penderita dapat mengalami komplikasi, baik anak berusia di bawah 5 tahun dan dewasa lebih dari 20 tahun.
Komplikasi yang paling berat berupa pneumonia, yang merupakan penyebab kematian tersering pada campak.
Sedangkan komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi telinga yang dapat mengalami gangguan pendengaran, serta diare.
Campak pun dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi sebelum waktunya dan berat lebih rendah.
Kewaspadaan terhadap kemungkinan KLB perlu ditingkatkan dengan kegiatan survuilans dan pelaporan kejadian campak oleh para tenaga kesehatan ke Dinas Kesehatan setempat.
Menurut IDAI, jika ditemukan setiap kasus dengan gejala demam, ruam pada tubuh, disertai salah satu gejala atau lebih batuk/pilek/mata merah, maka perlu pemeriksaan laboratorium rujukan untuk memastikan penderita tersebut terkena campak.
Apa yang harus dilakukan jika kita atau anak anak kita mengalami gejala gejala terinfeksi virus campak? Segera periksakan ke dokter, terlebih jika sebelumnya melakukan kontak dengan penderita campak atau curiga terpapar campak.
Imunisasi atau vaksin campak harus dirutinkan untuk anak bertujuan untuk menurunkan angka kematian global di negara dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi.
IDAI dan The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian vaksin campak (MMR) pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Lindungi anak anak dan keluarga kita terhindar dari virus campak.
***