Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Gapai Ramadhanmu Dengan Penuh Cinta..

Tim Suara Pantura 01•
Warung Pojok

Oleh: Nur Sidik, S. Pd
(Penulis adalah Pengurus LESBUMI PCNU dan BAANAR GP Ansor Kota Tegal serta Komite Sastra Dewan Kesenian kota Tegal)

SuaraPantura.com - Bulan penuh berkah datang lagi ditengah-tengah kehidupan kita. Marilah kita sambut kehadirannya dengan suka cita, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Barang siapa bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka.” (H. R An Nasa’i).

Tentu saja maksud dari hadits tersebut adalah kita tidak hanya bersuka cita dengan datangnya saja, tetapi kita diwajibkan berpuasa dan mengamalkan sunnah-sunnah yang ada didalamnya, seperti: Menjalankan sholat tarawih, tadarus Al Qur’an, mengikuti kajian-kajian keagamaan, dsb. Disamping itu juga, kita diharuskan meninggalkan perbuatan yang nantinya akan merusak, bahkan membatalkan pahala puasa, serta puasa itu sendiri.

Tak ada kegembiraan menyamai gembiranya akan datangnya bula Ramadhan. Namun kegembiraan itu akan sia-sia dan kehilangan maknanya, manakala setelah ia datang, kita tidak mengisinya dengan berbagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Ibaratnya, kita menanti seseorang yang kita rindukan, tetapi setelah ia datang, malah kita tinggal begitu saja. Betapa dustanya kerinduan itu, dan batapa kecewanya seseorang yang kedatangannya ditunggu-tunggu.

Tentunya kita tidak mau dicap Pendusta seperti demikian. Kita tunjukkan bahwa kegembiraan kita tidak sebatas hanya dimulut saja.

Untuk itu kita isi saat-saat istimewa ini dengan berbagai ibadah dan ketaqwaan lainnya. Karena esensi puasa adalah menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT, seperti pada ayat berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa.” (Q.S Al Baqarah: 183).

Dibulan ini kita mempunyai momentum untuk melakukan perubahan dalam hidup, baik pada level pemikiran maupun kehidupan nyata. Ada dua dimensi makna kegembiraan tentang Ramadhan ini.

Makna yang pertama, dengan logika bahwa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan akan mendapat balasan begitu besar dari Allah SWT dan ikhlas menjalankan ibadah puasa berikut amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Romadlon.

Makna kedua gembira artinya cinta. Jika seseorang mengerjakan sesuatu dengan hati yang penuh kegembiraan dan cinta, maka akan sampai pada tujuan yang dicita-citakannya.

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

Puasa disyariatkan untuk menjadi jalan bagi yang melakukannya guna mencapai derajat manusia utama. Dengan tegas disebutkan bahwa puasa diwajibkan untuk mereka yang beriman.

Orang beriman adalah orang yang mendapat pencerahan dalam kehidupan, sehingga pemikiran dan perilaku hidupnya mencerminkan kematangan dan kedewasaan dalam beragama dan bermasyarakat.

Salah satu hikmah puasa, yaitu sebagai sarana pendewasaan dan pencerahan hidup manusia, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

“Siapa yang perutnya lapar karena berpuasa, maka pikirannya akan menjadi luas tercerahkan dan hatinya akan bersih.”

Puasa mengajarkan banyak hal kepada kita tentang bagaimana berpegang teguh pada hakikat ajaran agama dan tetap eksis dalam kehidupan secara mulia.

Pertama, puasa mengajarkan bagaimana manusia harus membangun keseimbangan hidup dalam segala dimensi kehidupan. Puasa adalah sarana untuk menguatkan ketahanan fisik sekaligus kekuatan jiwa untuk memperkuat kepekaan sosial, kepedulian, dan meningkatkan moral-spiritualitasnya.

Kedua, puasa melatih kesabaran dan kesadaran untuk manjalani kehidupan sebagai proses panjang. Ketiga, puasa mengajarkan seseorang untuk bekerja lebih giat dan meningkatkan etos kehidupan.

Puasa dengan demikian, adalah proses humanisasi kehidupan manusia sehingga tata kehidupan menjadi lebih transformatif, berkeadilan, dan bermoral serta beretos sosial tnggi.

Kita memang hidup sangat jauh dari masa Nabi Muhammad SAW, tetapi kalau pesan-pesan kanjeng nabi bisa ditangkap secara utuh, maka kita termasuk golongan yang beruntung.

Ada salah satu sajak tentang puasa atau Ramadhan yang sangat menarik untuk kita renungkan, apalagi karya sastra ini dirangkai dengan kalimat-kalimat indah oleh seorang ulama sepuh yang masih menyempatkan membuat karya sastra dan melukis disamping kesibukannya berdakwah dan mengasuh pondok pesantren, beliau K. H Mushthofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Berikut karya sastra beliau:

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

NASIHAT RAMADHAN BUAT MUSHTHOFA BISRI

Mushthofa, jujurlah pada dirimu sendirimu.. mengapa kau selalu mengatakan Ramadhan bulan ampunan

Apakah hanya menirukan suara nabi.. atau dosa-dosamu dan harapanmu yang berlebihanlah yang menggerakkan lidahmu begitu

Mushthofa, Ramadhan adalah bulan antara dirimu dan tuhanmu... Darimu hanya untuk-Nya dan IA sendiri tak ada yang tahu apa yang akan dianugerahkannya kepadamu

Semua yang khusus untuk-Nya, khusus untukmu
Mushthofa, Ramadhan adalah bulannya yang IA serahkan kepadamu, dan bulan serahkanlah semata-mata pada-Nya

Bersucilah untuk-Nya... Bersholatlah untuk-Nya... Berpuasalah untuk-Nya... Berjuang melawan dirimu sendiri untuk-Nya...

Sucikan kelaminmu berpuasalah.. Sucikan tanganmu berpuasalah.. Sucikan mulutmu
berpuasalah.. Sucikan hidungmu berpuasalah.. Sucikan wajahmu berpuasalah.. Sucikan telingamu berpuasalah.. Sucikan rambutmu berpuasalah.. Sucikan kepalamu berpuasalah.. Sucikan kakimu berpuasalah.. Sucikan tubuhmu berpuasalah.. Sucikan hatimu, sucikan pikiranmu berpuasalah.. Sucikan dirimu........

Mushthofa, bukan perut yang lapar, bukan tenggorokan yang kering yang mengingatkan kedhoifan dan melembutkan rasa...

Perut yang kosong dan tenggorokan yang kering ternyata hanya penunggu atau perebut kesempatan yang tak sabar atau terpaksa...

Barangkali lebih sabar sedikit dari mata, tangan, kaki, dan kelamin...
Lebih tahan sedikit berpuasa, tapi hanya kau yang tahu hasrat dikekang untuk apa dan untuk siapa...

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

Puasakan kelaminmu untuk memuasi ridlo.. Puasakan tanganmu untuk menerima kurnia..

Puasakan mulutmu untuk merasai firman.. Puasakan hidungmu untuk menghirup wangi..

Puasakan wajahmu untuk menghadap keelokan.. Puasakan matamu untuk menatap cahaya..

Puasakan telingamu untuk menangkap merdu.. Puasakan rambutmu untuk menyerap belai..

Puasakan kepalamu untuk menekan sujud.. Puasakan kakimu untuk menapak shirath..
Puasakan tubuhmu untuk meresapi rahmat.. Puasakan hatimu untuk menapaki hakikat..

Puasakan pikiranmu untuk meyakini kebenaran.. Puasakan dirimu untuk menghayati hidup..

Tidak, Puasakan hasratmu hanya untuk hadirat-Nya...
Mushthofa, Romadlon bulan suci katamu...
Kau menirukan ucapan nabi, atau kau telah merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu

Tapi bukankah kau masih selalu menunda-nunda menyingkirkan kedengkian, keserakahan, ujub, riya, takabur, dan sampah-sampah lainnya yang mampat dari comberan hatimu...

Mushthofa, inilah bulan baik saat baik untuk kerja bakti membersihkan hati...
Inilah bulan baik saat baik untuk merobohkan berhala dirimu yang secara terang-terangan dan sembunyi kau puja selama ini...

Atau, akan kau lewatkan lagi kesempatan ini seperti Ramadhan-ramadhan yang lalu...???

Mari Gapai Ramadhan ini dan jadikan lebih baik dari Ramadhan-ramadhan kemarin dengan penuh cinta.......

Nur Sidik, S.Pd.
Penulis adalah Pengurus LESBUMI PCNU dan BAANAR GP Ansor Kota Tegal serta Komite Sastra Dewan Kesenian kota Tegal

Tags:
#mustofa bisri#hikmah ramadan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…