SuaraPantura.com - Tegal memiliki beberapa sungai besar yang mengalir melintasi daerah tersebut.
Sungai terbesarnya yakni Sungai Gung atau 'Kali Gung' yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaligung yaitu sepanjang ±155,6 km2 dengan panjang sungai sekira 48 Km mencakup dua wilayah yaitu Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.
Kali Gung memiliki hulu sungai di Gunung Slamet dan Hilirnya di Laut Jawa.
Dinamakan Kali Gung ini karena mata air sungai ini bersumber dari Gunung Agung.
Gunung Agung adalah nama kuno dari Gunung Slamet yang sekarang.
Dahulu aliran sungai Kali Gung ini melintas di daerah Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
Namun sungai ini kemudian disodet untuk mengatasi banjir di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.
Kini hasil sodetannya disebut dengan Kali Ketiwon atau Kali Prepil.
Penduduk di sepanjang Kali Gung memanfaatkan untuk sumberdaya pertanian dan perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala.
Selain itu, sumber daya batuan yang kaya ini membuat banyak orang tergiur untuk menjarahnya.
Padahal menambang di daerah aliran sungai itu dilarang. Namun ada saja oknum pengusaha serakah yang menambang bahkan menerjunkan alat berat dengan berbagai cara.
Dari pantauan tim Suarapantyra.com di lokasi pada Senin, 31 Juli 2023 masih ada beberapa alat berat yang dioperasikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Gung Tegal sepanjang jalur Desa Danawarih hingga Lebaksiu Kabupaten Tegal.
Besarnya debit air Kali Gung Tegal ditambah dengan adanya penambangan liar di DAS Kali Gung Tegal ini ditengarai menjadi penyebab ambruknya beberapa rumah di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.***