SuaraPantura.com - Pasca ditemukan, mayat berseragam Pramuka disebut telah menggemparkan publik.
Skenario pembunuh kelas 'Pro' pun telah nampak dan sudah mengecoh petugas dari awal.
Mulai dari temuan mayat berseragam pramuka dengan nomor gudep SMA 1 Petarukan yang ternyata bukan siswi sekolah itu.
Bahkan identitas mayat tersebut diketahui merupakan seorang karyawan salah satu Rumah Makan Padang di Daerah Sragi, Pekalongan yang notabene sudah tidak sekolah.
Seragam pramuka yang dikenakan di tubuh korban diduga sengaja dipakaikan oleh pelaku untuk mengelabuhi petugas.
Selain itu, korban ditemukan dalam keadaan dijerat sarung yang diberikan pemberat batu besar.
Hal ini disebut-sebut sebagai upaya sengaja pelaku untuk menenggelamkan korban di dalam air guna menghilangkan jejak.
Melihat polanya, pelaku ini cenderung rapi dan merencanakan pembunuhan korban dengan matang.
Meski begitu, pastinya tidak ada kejahatan yang sempurna.
Meski sudah lewat seminggu kabar pelaku pembunuhan rika Indriyeni belum ditemukan, namun kita tetap menaruh harapan besar kepada aparat agar pelaku segera ditangkap.
Jangan sampai pembunuh keji itu terlalu lama berada di sekitar masyarakat dan memulai kejahatan barunya.
Apalagi pasca ditemukannya mayat berseragam pramuka tersebut, seolah semakin banyak berita orang hilang yang bertebaran di media sosial.
Ini membuat masyarakat semakin resah. Dan terus menaruh harapan besar ; semoga pelaku segera diringkus!.
***