SuaraPantura.com - Kebijakan Walikota Tegal yang seringkali berpolemik mengundang keprihatinan seorang warga Kota Tegal.
Aktivis bernama Komar Rhainudin atau yang akrab disapa Udin Amuk mengungkapkan kprihatinannya melalui sebuah puisi.
Puisi tanpa judul tersebut ia unggah di akun Facebook pribadinya, Than Mush Oedint, pada Selasa 14 Desember 2021.
Tahu kah engkau....
Sejak Januari 2020 kau porak porandakan Taman Poci, Hilang sudah mata pencaharian para Pedagang.....
Tahu kah engkau....
Sejak Maret 2020 kau obrak abrik KIOS di Jl. Kol. Sudiarto, mereka kehilangan mata pencaharian.....
Tahu kah engkau....
Sejak kau pindahkan pedagang dialun-2, mati pula mata pencaharian mereka.....
Tahu kah engkau....
Sejak kau portal kawasan alun-2, menjadikan para pedagang pertokoan hampir gulung tikar dan para penghuni susah untuk beraktifitas.....
Tahu kah engkau....
Sejak kau pindahkan (konon sementara) para pedagang lesehan Jl. A. Yani menjadi was-was karena sempitnya jalan....
Tahu kah engkau....
Betapa susahnya para musafir untuk sekedar Beribadah Sholat Mahgrib dan Isya di Masjid Agung, mereka mau Ibadah harus mengeluarkan kendaraan mereka dari kawasan alun-2
Tahu kah engkau....
Berapa ratus perut yang telah kau buat SUSAH & terbunuh mata pencahariannya....
Kau buat MEREKA Terbunuh karena ulah mu....
Tangisan mendera dan jeritan menyayat terlihat dan terdengar sangat memilu....
Sekalipun kau dikelilingi Para pendo'a, do'a-do'a mereka yg kau buat SUSAH, lebih didengar oleh Tuhan-nya....
Keresahan mereka AKAN membuat Bencana bagi dirimu sendiri....
Sesungguhnya barang siapa membuat susahnya orang lain, maka kesusahan akan menanti dirinya.
Demikian puisi yang ditulis oleh Udin Amuk. Pada akun Facebooknya Udin Amuk menulis bahwa ia adalah Sekretaris di GNPK RI, Ketua Serikat Pekerja dan Pemberdayaan Pesisir, Direktur CV. Jakola Manggala.
kemudian pernah bekerja di Forum Pemberdayaan Masyarakat Pantai (FPMP) dan Paguyuban Donor Darah Inonesia Kota Tegal.***