SuaraPantura.com - pembahasan terhadap eks lokalisasi Peleman kini kembali mencuat.
Hal ini merupakan akibat dari tewasnya seorang gadis muda nan jelita di lokasi tersebut usai berkencan dengan teman pria nya.
Peleman pernah menjadi Lokalisasi terbesar di Kabupaten Tegal, kemudian harus tutup permanen oleh Mahakarya kebijakan Ki Enthus Susmono pada Tahun 2017.
Masyarakat Kabupaten Tegal pun sempat merayakan pesta pora kebijakan bernuansa moral dari seorang Dalang kondang tanah air yang menjadi Bupati Tegal.
Namun sayang, kebijakan tersebut nampaknya seperti tak dikawal kembali oleh pemerintah setelahnya.
Senin, 24 Januari 2022 seorang gadis muda harus meregang nyawa usai berkencan di eks lokalisasi Peleman.
Teman Pria yang diduga turut terlibat dalam tewasnya gadis muda itu pun kabur.
Kejadian miris tersebut kemudian memunculkan spekulasi di masyarakat, jika benar lokalisasi itu sudah tutup, kenapa masih ada aktifitas maksiat di daerah itu dan masih ada wisma-wisma ilegal yang berdiri disana?.
Tewasnya gadis muda di lokasi tersebut seolah telah membuka tabir baru. Bahwa eks lokalisasi telah tutup secara kebijakan, namun bebas melaksanakan praktik-praktik lama secara terang-terangan tanpa gangguan.
Kini kredibilitas Pemerintah dipertanyakan. Apakah mahakarya kebijakan Ki Enthus Susmono yang menutup semua Lokalisasi di Kabupaten Tegal akan dipertahankan, atau hanya dijadikan sebatas kebijakan diatas kertas saja?.
Mari kita sruput kopinya sambil melihat polah para penguasa menangani ini.
Heu heu heu...
***