SuaraPantura.com - Tewasnya salah satu wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks lokalisasi Peleman membuka tabir baru berupa fakta bahwa lokalisasi yang dulu ditutup ternyata masih menjalankan praktik-praktik prostitusi.
Hal ini diketahui dari pengakuan pelaku yang merupakan seorang pria asal Kabupaten Brebes yang sudah diamankan Polisi. Pelaku mengakui alasan menghabisi nyawa korban karena layanan seks komersial tersebut dianggap tak memuaskan.
Pelaku mengaku dibentak bentak korban diminta cepat-cepat karena korban akan melayani tamu lagi.
Potret kelam praktek prostitusi ini seolah menjadi bukti bahwa kebijakan penutupan tempat prostitisi di Kabupaten Tegal ini dikawal setengah hati.
Statement mengejutkan pun datang dari Kepala Satpol PP yang sempat diundang dalam ngopi Kamisan di Nyong Kopi, Slawi.
Ia menyatakan bahwa penanganan eks Lokalisasi Peleman tidak bisa ditumpukan kepada petugas semata, namun diperlukan dukungan semua elemen.
Pernyataan ini seolah menjadi semacam pengakuan ketidakmampuan dalam menegakkan peraturan dan kebijakan daerah, padahal tupoksinya jelas. Memastikan peraturan dan kebijakan Daerah agar berjalan tegak lurus.
Hal ini dirasa penting, sebab jika yang bergerak adalah masyarakat entah atasnama Ormas moral ataupun agama, hal ini sangat rawan konflik.
Selain persoalan prostitusi, persoalan moral lainnya seperti dugaan bebasnya peredaran Miras dan maraknya judi Togel juga perlu diantisipasi.
Berdirinya Gubung-gubung Pantura di beberapa titik pantai, warung remang-remang di dekat pusat pemerintahan, serta praktek perjudian Togel perlu segera diambil sikap.
Gubung-gubug di beberapa titik pantai pantura dan warung remang-remang di dekat pusat pemerintahan disinyalir sebagai media distribusi miras.
Sedangkan perjudian togel jelas terbuka dan bahkan mudah dilihat dan diketahui masyarakat awam.
Kesemuanya itu merupakan bagian dari penegakan moral, juga berkaitan dengan penegakan hukum.
Kepemimpinan Santri mustinya lebih progresif merespon persoalan ini. Jangan menunggu masyarakat bergerak sendiri hingga melahirkan konflik baru di masyarakat.
Selesaikan ini secara kebijakan dan penegakan hukum. Sehingga tak menjadi polemik antar masyarakat di kemudian hari.
Salam Hangat.
Mari seduh Kopinya.
***