SuaraPantura.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) banyak tercoreng dan menjadi 'busuk' akibat ulah oknum-oknum nakal yang memanfaatkan LSM untuk kepentingan 'busuk'nya.
Fungi LSM sebagai bentuk organ pemberdayaan masyarakat dan katalisator pembangunan akhirnya tak berjalan akibat olah oknum-oknum tersebut.
LSM hanya dijadikan tunggangan dan kedok oleh banyak pihak untuk memuluskan kepentingan busuknya.
Atas situasi dan kondisi tersebut, setidaknya kami mengklasifikasikan 3 jenis dan modus berkedok LSM yang dijalankan oleh beberapa oknum busuk.
Pertama, 'LSM Politik' yakni LSM yang dibentuk sebagai upaya dukung-mendukung terhadap tokoh politik tertentu.
Hal yang akan kentara muncul menjelang kontestasi pemilu. Muncul banyak LSM yang berlomba menyatakan dukung mendukung terhadap kandidat DPR, Presiden Maupun Gubernur dan Bupati/Walikota.
Goal LSM jenis ini tidak lain dan tidak bukan adalah jualan massa dan turut melanggengkan klaim golongan dan money politik.
Kedua, 'LSM Preman' jenis ini belakangan banyak terjadi di tubuh LSM. Atas dalih organisasi, menggunakan cara-cara preman untuk memburu uang panas maupun menguasai kantong-kantong finansial secara masif dan dengan cara paksaan.
LSM jenis ini sangat mudah melakukan persekusi jika menemukan orang yang berbeda pendapat.
LSM jenis ini memburu sumber ekonomi biasanya dari penguasaan parkir, setoran proyek yang sedang berjalan, mencari-cari kesalahan sampai menekan perusahaan-perusahaan dalam pengelolaan limbah pabrik dan sebagainya atas dalih pemberdayaan lingkungan.
Tak jarang LSM jenis ini juga dibayar untuk melindungi kekuasaan sebagai 'anjing penjaga'.
Ketiga 'LSM Proyek', LSM Model ini selalu tampil belaga kritis. Mengkritik pembangunan sana-sini.
Berdalih melakukan investigasi, melakukan temuan, mengancam lapor pada yang berwenang.
Endingnya barter proyek pemerintah. Jadi LSM model ini semakin teriak kencang, semakin ada maunya.
Banyaknya LSM 'busuk' ini mewarnai noda demojrasi. Mustinya LSM yang masih konsisten dalam garis juang & bersih lebih membangun integritas, tegak lurus atas kode etik, dan berperan dalam pemberantasan LSM 'busuk'.
Semoga Demokratisasi kita tak tercuri.
Salam Hangat.