SuaraPantura.com - Sudah menjadi jokes masyarakat bahwa menjelang datangnya hari besar ataupun hari penting umat Muslim, Covid mendadak muncul kembali.
Masyarakat bahkan menyebutkan, " Elu Virus apa Iblis?". Demikian kelakar masyarakat yang menggunakan ilmu titen itu.
Ilmu titen adalah semacam pengamatan masyarakat dalam budaya Jawa dengan metode mengingat-ingat, kemudian menarik benang merah untuk kemudian menyimpulkan.
Memang bukan tanpa alasan, faktanya Covid seoerti merebak bahkan didengungkan kembali menjelang hari-hari peringatan umat Muslim. Kemudian diikuti pembatasan yang ketat atas peringatan-peringatan hari tersebut.
Misalkan menjelang puasa ini, masing-masing Dinas Kesehatan Kota Kabupaten seolah berlomba merilis data peningkatan Covid-19 di daerahnya.
Padahal meningkatnya penyebaran virus musrinya dilatar belakangi peristiwa sebelumnya. Akan aneh jika posisinya dibalik.
Alih-alih berbahagia dalam kekhusyuan peribadatan, umat Muslim kini malah dibayang-bayangi Covid-19 yang diprediksi akan kembali merebak.
Tradisi ngabuburit, tong-tong prek, takbir keliling beramai-ramai mungkin bakal tetancam tak bisa dilaksanakan.
Ataukah mungkin hanya akan dijadikan sebatas ingatan?.
Heu heu heu..
***