SuaraPantura.com - Kabupaten Pemalang menjadi satu dari lima daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi bahkan disebut kemiskinan ekstrem.
Tiap datang musim penghujan, beberapa wilayah pun tak jarang terjadi banjir.
Dan tiap datang musim kemarau pun juga beberapa wilayah terdampak kekeringan air.
Kami pernah mencoba mendalami persoalan air tanah, selain persoalan alam juga kami amati ada persoalan human eror nya.
Penindakan terhadap pemanfaatan air tanah yang tidak bijak di kabupaten pemalang banyak dinilai belum tegas.
Bahkan kami menemukan ada sebuah usaha yang memanfaatkan air tanah untuk tujuan komersil tanpa ijin yang memadai.
Berkaca dan belajarlah dari pengalaman di Pekalongan. Pemanfaatan air tanah untuk tujuan komersil dan usaha bahkan turut memberikan sumbangsih menurunnya permukaan daratan di Kota Pemalang.
Jika komersialisasi air tanah terjadi di daerah yang rawan kekeringan, maka bukan saja ini sebuah sabda alam, namun merupakan kekeringan yang datang akibat perbuatan manusia.
Ketegasan Pemerintah dibutuhkan untuk melakukan penertiban para pemanfaat air tanah untuk tujuan komersil yang tak berijin.
Bahkan yang berijin pun harus dibatasi dan berbasis analisa.
Sehingga tidak menyebabkan kerusakan alam, kekeringan.
Jangan sampai pemerintah lengah, menjadikan komersialisasi air tanah semakin membuat celah kesenjangan ekonomi Rakyat.
Yang kaya bebas mengeksploitasi air tanah, yang miskin bersusah payah mencari sumber air tanah karena kering, tak jarang mereka pun beli.
Maka bisa saja muncul kondiai sosial yang kaya makin kaya yang miskin makin sengsara.
Bergeraklah segera.
Salam hangat.
***