SuaraPantura.com - Kejadian yang langka baru saja terjadi. Beberapa desa yang dikategorikan berada di daerah atas Kabupaten Tegal kini mulai langganan dilanda banjir.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Kedungbanteng merendam RT 1 RW 1 Desa Penujah, Dukuh Sawajero RT 18 RW 08 Desa Karanganyar, dan Desa Tonggara.
Sementara di Kecamatan Jatinegara, banjir terjadi di Desa Capar, dan banjir di Kecamatan Balapulang di Desa Balapulang Wetan dan Pamiritan.
Kejadian ini terjadi secara beriringan seolah sedang memberikan pesan penting kepada kita sebagai manusia yang mau membaca keadaan.
Salah satu Budayawan Kabupaten Tegal, Teguh Puji Harsono menilai banjir tahun ini termasuk kondisi yang lain dari tahun-tahun sebelumnya.
"Banjir yang terjadi di daerah atas ini 'ora sak baene' " ungkapnya.
Teguh memprediksi banjir di daerah atas akan menggerus lapisan tanah atas dan berpotensi longsor.
" Bisa dipastikan bahwa luapan air tesebut akan menggerus lapisan tanah atas yang selama ini melindungi dan mengikat struktur batuan dibawahnya sehingga berpotensi terjadi longsor di tebing - tebingnya," ungkapnya.
Selain itu pendangkalan sungai-sungai yang dilalui banjir juga akan memicu banjir selanjutnya ketika datang hujan.
Teguh menghimbau pemangku kebijakan untuk meninjau sebab dari banjir ataupun bencana lainnya, bukan hanya fokus oada akibat.
" Aneh jika terhadap persoalan seperti ini lagi - lagi yang ditinjau hanya korban banjirnya saja atau korban tanah yang longsor saja atau segala dampak kerusakan infrastrukturnya saja...karena sesungguhnya semua itu hanya keniscayaan yang diakibatkan oleh terganggunya tatanan keseimbangan di atasnya."
Terakhir, Teguh memberikan pertanyaan menohok terkait kondisi ini.
" Esih ora paham pelajaran SD ???" Tandasnya.
***