SuaraPantura.com - Sosok Togog muncul dari kepulan asap Gunung Slamet yang ditangkap melalui layar kamera seorang warga.
Munculnya asap berbentuk Togog ini menyusul datangnya bencana banjir tidak biasa yang terjadi di dataran tinggi kabupaten-kabupaten yang berdekatan dengan Gunung Slamet.
Togog dalam mitologi pewayangan merupakan sudara kembar dari Semar.
Jika Semar merupangan pangemong para Ksatria, maka Togog merupakan pangemong bagi para penjahat.
Semar bertugas mengemong para Kesatria agar hidup sesuai dengan kebenaran. Bisa juga melawan dan melenyapkan keangkaramurkaan.
Semar harus memastikan agar para ksatria yang dia Momong bisa hidup sejahtera, aman dan makmur.
Sementara Togog bertugas sebagai pangemong para penjahat atau durjana.
Togog wajib mengabdi pada raja atau penguasa yang angkara murka atau jahat.
Tugasnya adalah mengingatkan para penguasa busuk dan jahat atas rencana dan kebijakan busuknya.
Berhasil atau tidak Togog harus dengan setia melakukannya. Dan dia tidak akan mundur sebagai pemomong mereka sekalipun para penguasa jahat itu tidak berubah.
Munculnya sosok Togog di Gunung Slamet, mungkinkan ini pertanda akan adanya Penguasa yang serakah, busuk dan jahat di sekitar Gunung Slamet yang harus diingatkan?.
Penguasa yang membiarkan kerusakan hutan dan mengambil manfaat daripadanya?
Penguasa yang membiarkan gunung-gunung dikeruk tanahnya secara serakah kemudian Ia juga dapat manfaat?
Bisa jadi iya.
Dipersilahkan baper buat penguasa yang merasa.
Heu heu heu...
***