Apa Pengertian Overthinking? Jangan Overthinking, Gunakan Waktu Malammu Untuk Istirahat
Andri Susanto•
Warung Pojok
Oleh: Asyfa Suryani
Pegiat LPM IBN Tegal
SuaraPantura.com - kata overthinking merupakan salah satu istilah yang kerap kali diucapkan banyak orang.
Belakangan banyak perbincangan soal overthinking, bahkan diskusi yang mengangkat isu overthinking.
Pengertian overthinking adalah menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan serta overthinking dapat berupa ruminasi dan khawatir.
Ruminasi adalah kecenderungan untuk terus memikirkan hal yang telah berlalu. Merasa hari ini akan lebih baik jika kemarin melakukan suatu hal juga merupakan salah satu bentuk masa lalu.
Sedangkan khawatir adalah kecenderungan memikirkan prediksi yang negatif.
Selain itu, khawatir dan ruminasi jika terus berlanjut dapat berubah menjadi catastrophizing yaitu salah satu bentuk distorsi kognitif.
Ketika seseorang mengalami catastrophizing ia akan melebih-lebihkan dan memiliki pikiran yang tidak rasional serta merasa tidak mendapatkan jalan keluar.
Overthinking bisa menjadi salah satu kebiasaan buruk apabila hal tersebut terus menerus terjadi. Sebenarnya, banyak berfikir dan memikirkan hal negatif tidak semuanya berdampak buruk.
Namun apabila terjadi secara terus menerus dan merugikan diri sendiri, maka lebih baik diantisipasi dan dicegah agar tidak terjadi.
Sama halnya persoalan yang lain, overhtingking juga memiliki tanda-tanda, dampak, sampai cara mengatasinya. Berikut dijelaskan tanda-tanda overhtinking.
Dilansir dari Forbes, beberapa gejala berikut merupakan gejala general yang biasa dialami seorang overthinker. Namun ada baiknya untuk mengkonsultasikan kondisi diri kepada tenaga ahli agar tidak terjadi self-diagnosed.
Tidak bisa berhenti khawatir
Sering khawatir terhadap hal-hal yang tidak dapat dikendalikan.
Selalu mengingat kesalahan yang sudah lewat.
Sering mengingat kembali momen memalukan berulang kali.
Terlalu banyak berandai-andai pada kejadian tidak pernah terjadi.
Mengalami kesulitan tidur.
Tidak mampu berhenti memikirkan perkataan orang lain.
Menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan makna tersembunyi di balik perkataan orang atau peristiwa yang terjadi.
Tidak menyukai orang lain yang mengatakan sesuatu atau bertindak dengan cara yang tidak biasa.
Menghabiskan waktu memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan.
Fenomena overhtinking ini banyak dialami oleh remaja, mahasiswa, atau anak muda.
Mereka banyak menghabiskan waktunya untuk memikirkan hal yang sebetulnya tidak perlu difikirkan.
Nah, persoalan overthinking ini banyak dikeluhkan sebagian orang karena datang di waktu malam sebelum seseorang itu hendak beranjak tidur.
Seringkali, seseorang yang hendak tidur itu tidak begitu mudah terlelap. Namun, mereka justru banyak memikirkan hal-hal yang sudah terjadi.
Memikirkan penyesalan, bahkan sampai mengkhawatirkan masa depan. Seseorang yang tidak bisa mengontrol fikirannya tersebut akhirnya meluap dan ikut melebur kedalamnya.
Waktu malam pun habis tidak untuk berisitirahat, tapi untuk overhtingking.
Hal ini jika terjadi secara berulang maka akan merugikan diri sendiri, dari mulai kondisi fisik sampai ke kondisi mental.
Adanya kerugian-kerugian tersebut tentunya perlu tindakan yang tegas untuk mengatasinya.
Berikut beberapa tips supaya malammu dijadikan sebagai waktu istirahat, bukan overhtingking.
1. Membersihkan badan dan melakukan relaksasi Kondisi badan yang bersih dan segar, akan membantumu menikmati malam dengan tenang.
Namun jika kondisi badanmu kotor, lengket, bau atau berkeringat maka akan memengaruhi mood dan kualitas istirahat pula.
Maka disarankan untuk membersihkan badan lebih dulu, menggunakan minyak penghangat tubuh atau memberi semprotan parfum yang menenangkan.
2. Mengambil posisi nyaman Ambil posisi nyamanmu untuk berisitirahat. Entah dengan tumpukan bantal yang tinggi, atau berbaring tanpa alas kepala.
Posisi tersebut bisa membantumu untuk lebih enjoy dan memberi respon baik untuk berisitirahat.
3. Mematikan lampu dan mendengarkan musik relaksasi Tidur dengan posisi lampu yang padam dapat membantumu lebih tenang. Karena ketika mata terpejam, kondisi ruangan terasa sejuk. Namun untuk sebagian orang tidur dengan lampu menyala juga lebih menenangkan.
Mendengarkan musik relaksasi juga dapat membawamu pergi ke alam bawah sadar, dan membantu menyingkirkan fikiran-fikiran yang akan menghantuimu menjadi overthingking.
4. Mematikan handpone atau memberi jarak yang cukup jauh Ketika kita hendak tidur dan mengoprasikan handpone, mungkin bisa jadi kita lupa akan waktu yang terus berjalan.
Menggeser atas bawah atau kanan kiri layar ponsel tidak menyadarkan kita bahwa hari sudah terlalu malam. Atau mungkin kita terlalu sibuk berbalas pesan sampai akhirnya kita lupa jam tidur yang ideal.
Dan perlu kita sadari, overthingking ketika malam hari juga bisa disebabkan karena pengaruh Handpone.
5. Berusaha mengatur jam istirahat yang ideal setiap hari Membuat jadwal harian bagi diri sendiri memanglah penting. Termasuk jadwal untuk berisitirahat. Karena istirahat merupakan bagian fatal dari kehidupan sehari-hari.
Seseorang yang kurang istirahat atau kurang tidur akan memengaruhi kualitas kinerjanya, bahkan kualitas emosionalnya.
Untuk itu, mengatur jam malam untuk tidur dan bangun pagi sangat diperlukan untuk memberi kenyamanan dan merawat kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.
Itulah fenomena overthinking yang saat ini banyak dialami oleh kebanyakan remaja.
Jangan terlalu memikirkan sesuatu hingga membuat kalian tidak bisa beristirahat.
Ingat gaes, jangan takut dengan bayangan masa lalu dan jangan terlalu khawatir dengan masa depan.***