Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Sering Terapkan Sistem Kebut Semalam? Hati-hati, Bisa Menyebabkan Gila

Andri Susanto•
Warung Pojok

Oleh: Putri Nurul Zaharani
Pegiat LPM Semata Poltek Harapan Bersama-Tegal

SuaraPantura.com - Belajar dengan sistem kebut semalam atau yang lebih sering kita sebut dengan SKS merupakan proses belajar atau mengerjakan tugas semalam sebelum ujian atau menjelang pengumpulan tugas.

Sistem pembelajaran yang satu ini sangat sering dilakukan oleh pelajar di Indonesia, hal tersebut dikarenakan banyak pelajar yang beranggapan bahwa sistem ini efektif karena ilmu yang dipelajari semalam sebelumnya lebih mudah untuk diingat dibandingkan harus belajar secara teratur.

Selain itu, mereka lebih memilih menjalani belajar sistem kebut semalam karena banyaknya kesibukan di luar akademik mengharuskan menerapkan sistem ini.

Dilansir dari Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, pelajar yang belajar dengan praktik SKS umumnya hanya ingin lulus dan tidak ingin menjalani remedi.

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

Namun terlepas dari hal tersebut, sebenarnya sistem SKS ini tidak dianjurkan untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Mengapa demikian? Mari kita simak beberapa alasan yang perlu kita ingat agar tidak terus-menerus menerapkan sistem pembelajaran ini.

Kehilangan memori belajar
Dikutip dari Qpractice, Thomas H. Mentos dalam bukunya yang berjudul The Human Mind, menjelaskan jika mahasiswa mudah kehilangan memori belajar sebesar 80 persen, ketika menjalani belajar sistem kebut semalam.

Berlaku jangka pendek
Kemudian dari Dr. Robert A. Bjork dari Universitas California. Dilansir dari How Stuff Works, ia menjelaskan jika awalnya praktik belajar SKS memang cukup efektif bagi mahasiswa. Namun, pada kenyataannya praktik ini hanya berlaku untuk memori jangka pendek saja.

Jika kita ibaratkan, pembelajaran sistem kebut semalam itu layaknya mengonsumsi obat. Misalnya kita memiliki kebiasaan jarang makan, kemudian mengidap sakit maag dan merasakan nyeri pada perut, ketika sakit itu kambuh kita akan mengonsumsi obat maag.

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

Obat tersebut akan memberikan efek pereda nyeri secara cepat, namun jika kita mengonsumsi secara berkelanjutan, tentunya akan memberikan efek lain terhadap tubuh kita.

Plagiarisme
Begitu pula dengan pembelajaran SKS ini. Selain berdampak pada akademik serta kesehatan, sistem kebut semalam juga berpengaruh pada praktik plagiarisme.

Dikutip dari Dampak Sistem Kebut Semalam Terhadap Tingkat Plagiarisme Tugas Mahasiswa IKIP Siliwangi, sistem kebut semalam membuat mahasiswa mudah melakukan plagiarisme Sebanyak 78 persen mahasiswa IKIP Siliwangi, hanya menyadur materi dari Internet.

Berpengaruh pada emosi
Sistem kebut semalam juga secara tidak langsung akan mempengaruhi mood. Dalam prosesnya, penerapan SKS sering dibarengi dengan tidur yang kurang. Hal tersebut memberikan efek negatif berupa emosi yang naik-turun seperti rollercoaster.

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

Selain itu, tubuh akan memberikan sensasi euforia jangka pendek dan berbahaya jika dilakukan secara berkelanjutan. Menurut riset dari Universitas St. Lawrence, kurang tidur juga membuatmu susah fokus dalam menghadapi ujian.

Memaksakan kinerja otak
Selain itu, kinerja otak yang dipaksakan bisa memicu produksi hormon kortisol secara berlebih. Hormon ini merupakan hormon pemicu stress, akibatnya jika terlalu banyak diproduksi otak, maka tingkat stress akan meningkat dan bisa membuat seseorang menjadi gila.

Dari beberapa dampak yang telah dijelaskan di atas, ada baiknya jika mulai sekarang kita menghindari pembelajaran sistem kebut semalam ini.

Mari kita mulai untuk belajar secara teratur, walaupun awalnya akan terasa berat dan sulit.

Namun jika dilakukan secara berulang akan menjadi ringan dan secara otomatis akan membentuk kebiasaan yang baik.***

Tags:
#mahasiswa#akademik#pelajar#sks#sistem kebut semalam
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…