Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mengenal Sosok Socrates, Bapak Filsafat dan Sumber Pengetahuan Etika Moral

Andri Susanto•
Warung Pojok

Oleh: Asyfa Suryani
Pegiat LPM IBN Tegal

SuaraPantura.com - Nama Socrates sudah tak asing lagi di telinga kita. Di berbagai ilmu pengetahuan Socrates banyak dikenal sebagai tokoh terkemuka yang mengedepankan pengetahuan filsafat.

Socrates adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat, iadikreditkan sebagai salah satu pendiri filsafat Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles.

Socrates adalah guru Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. Semasa hidupnya, Socrates tidak pernah meninggalkan karya tulisan apapun sehingga sumber utama mengenai pemikiran Socrates berasal dari tulisan muridnya, Plato.

Socrates memiliki sejarah hidup yang sangat berpengaruh bagi kehidupan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Kelahiran Socrates

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

Socrates diperkirakan lahir di tahun 469 dari seorang Ayah yang bekerja sebagai pemahat patung bernama Shopronikos. Ibunya seorang Bidan yang bernama Phainarete. Scrotes memiliki tiga orang anak dari istrinya yang bernama Xantippe.

Semasa hidupnya Socrates dikenal sebagai sosok yang tidak tampan, sederhana, dan tidak pernah memakai alas kaki untuk mengelilingi Athena dan menyinggahi masyarakat untuk saling berdiskusi tentang filsafat.

Di suatu waktu, seorang temannya mengatakan bahwa tidak ada orang yang bijaksana kecuali Socrates. Namun Socrates tidak menerimanya, lalu ia mencari kebenaran tentang pernyataan itu melalui diskusi.

Adapun sistematika diskusi yang digunakan Socrates adalah analogi kebidanan, yaitu membantu sesorang untuk melahirkan seorang anak. Termasuk Socrates, ia ingin melahirkan pengetahuan baru.

Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

Cara berfilsatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Socrates karena setelah penyelidikan itu maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat ternyata tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mereka ketahui.

Rasa sakit hati inilah yang nantinya akan berujung pada kematian Socrates melalui peradilan dengan tuduhan merusak generasi muda. Sebuah tuduhan yang sebenarnya bisa dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya sebagaimana tertulis dalam Apologi karya Plato.

Akhir Hidup Socrates

Socrates pada akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya.

Socrates sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan bantuan para sahabatnya namun dia menolak atas dasar kepatuhannya pada satu "kontrak" yang telah dia jalani dengan hukum di kota Athena.

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat.

Socrates meninggal dengan banyak peninggalannya. Termasuk bagaimana cara ia berfilsafat. Ia berfilsafat degan cara absolute atas suatu permasalahan melalui dialektika. Cara yang dilalui Socrates menjadi jalan pembuka untuk filsuf-filsuf lainnya.

Adapun konsep merubah filsafat dari memikirkan bumi dan alam semesta menjadi memikirkan manusia juga didasari dari jasa Socrates. Manusia menjadi objek filsafat yang paling penting, setelah sebelumnya hanya memikirkan kepentingan alam. Pada akhirnya, filsafat kemanusiaan ini menjadi berkembang dan melandasi epistemologis di kemudian hari nanti.

Sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum.***

Tags:
#yunani#filsafat#socrates#athena#aristoteles
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…