SuaraPantura.com - Siapa yang tidak mengenal sosok pakar hukum tatanegara yang satu ini. Namanya sering muncul terutama ketika ada kasus-kasus publik terkait pemilu.
Misalnya saja kasus sengketa hasil Pilpres 2019 lalu, ia menjadi salah satu tim kuasa hukum dari paslon nomor urut 1 Jokowi-Ma'ruf Amin.
Ia adalah sosok cendikiawan yang menjadi tokoh penting pada era reformasi. Namanya juga beberapa kali masuk dalam bursa calon presiden atau wakil presiden.
Siapa yang menyangka, seorang Yusril dulunya adalah penjaga masjid atau marbot. Ketika kuliah, karena ia tidak memiliki cukup uang untuk menyewa kamar kos, ia rela tidur di masjid sebagai marbot.
Keterbatasan bukanlah penghalang seseorang untuk sukses dimasa depannya. Yusril salah satunya, berkat kerja keras dan kesabarannya, ia kini bisa menikmati hasil perjuangannya.
Dikutip dari akun facebook Jakarta Adil, yang diunggah pada 31 Juli 2016 Berikut kisah menariknya.
Di balik penampilannya yang modis dan terpelajar ternyata Yusril Ihza Mahendra memiliki cerita menarik saat pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta.
Selama tahun pertama Yusril berkuliah di FH UI kondisinya dapat dikatakan agak mengenaskan. Bagaimana tidak, selama masa itu Yusril muda harus rela tidur di lantai masjid yang lembab dan dingin.
Tidak hanya itu, selama tahun pertama berkuliah di UI, Yusril dapat dikatakan tidak memiliki alamat tetap. Sebab, Yusril sering sekali berpindah-pindah masjid."Ada banyak masjid yang dulu sempat saya tinggali, mulai dari Masjid Al-Ahzar (Kebayoran Baru) hingga masjid-masjid di Kawasan Bendungan Hilir," terangnya.
Salah satu alasan Yusril tinggal di Masjid tersebut adalah untuk memenuhi nasihat Ibundanya Ny. Nursiha Sandon sebelum merantau ke Jakarta. Tidak hanya itu, selama berkuliah di UI, Yusril juga sempat bekerja serabutan. Upaya tersebut dilakukan agar Yusril dapat tetap berkuliah dan bertahan hidup di Jakarta.
"Terpelajar bukan berarti meninggikan diri sendiri, semakin tinggi ilmu, semakin kita harus membumi", Kata Yusril.
Semoga kita bisa memetik hikmah dari kisah hidup seorang Yusril Ihza Mahendra.
***
(Adi P)