SuaraPantura.com - Suatu hari diberitakan surat kabar, seorang pemimpin perusahaan yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri akibat depresi. Ia diketahui depresi karena perusahaannya gagal memenangkan tender proyek dan mengalami kerugian. Akibatnya, hutang semakin menumpuk, karyawan tidak dapat dibayar dan bangkut.
Tidak lama juga diberitakan, seorang manager bank swasta yang marah-marah dan mengancam akan memecat karyawannya karena tidak mampu mencapai target. Karena kesal dan sakit hati, sang karyawan lalu menganiyaya bosnya itu hingga pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Itu tadi hanya ilustrasi tentang persoalan yang dihadapi dalam sebuah organisasi, baik dalam sebuah perusahaan maupun dalam sebuah kelompok.
Kali ini kita akan mencoba belajar dari sosok semut.
Kamu mungkin sering melihat semut. Semut adalah hewan kecil yang mungkin tidak diperhitungkan keberadaanya. Semut termasuk keluarga serangga yang suka berkoloni, ia tidak pernah melepaskan diri dari kelompoknya.
Pernahkah kamu melihat semut mengangkat bangkai cicak? Jawabannya pasti pernah.
Tahukah kamu, berapa perbandingan antara tubuh semut dengan tubuh cicak yang diangkatnya? Tentu sangat jauh sekali perbandingannya.
Semut mampu mengangkat beban yang jumlahnya berkali-kali lipat dari bobot tubuhnya karena semut memprakteknya kerja sama. Kuncinya adalah semut mau saling bahu membahu antara sesama semut untuk mengangkat bangkai cicak.
Sehingga hal yang terasa tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh semut. Banyangkan jika semut mengangkat bangkai cicak seorang diri, tentu ia tidak akan sanggup melakukannya.
Nah, dari semut kita bisa belajar untuk menyelesaikan permasalahan yang besar dibutuhkan kekompakan dan kerjasama atau teamwork.
Dengan kerjasama, masing-masing individu akan mengambil peran dan mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya sehingga bisa saling menguatkan.
Kesuksesan tim sepakbola dalam sebuah pertandingan tentu tidak akan dapat diraih, jika masing-masing pemain berjuang sendiri-sendiri tanpa mau bekerja sama. Sehingga setiap ada bola yang didapat tidak dioper kepada temanya yang lain, maka yang terjadi adalah tidak teraturnya irama atau ritme permainan.
Maka, kunci untuk menyelesaikan permasalahan yang besar dalam sebuah organisasi itu adalah kerjasama dan teamwork. Masing-masing individu harus sadar akan perannya dan memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya.
***