SuaraPantura.com -Invasi Rusia ke Ukraina disebut-sebut sebagai gerbang Perang Dunia III.
Namun beberapa anggapan tersebut semoga tidak berlanjut dan terjadi. Sebab perang entang menang maupun kalah selalu menyisakan kengerian dan kepedihan.
Bagaimana tidak, nyawa seseorang di dalam situasi perang seperti tak ada harganya. Tiap jam, menit bahkan detik nyawa hilang semakin bertambah.
Lihat saja, belum lama invasi Rusia ke Ukraina kini ribuan nyawa sudah melayang.
Data terbaru yang di rilis pihak Rusia menyebutkan Sebanyak 498 tentara Rusia tewas dan hampir 1.600 terluka.
Disebutkan pula tentara Rusia telah membunuh 2.870 tentara Ukraina dan para pembelanya.
Ini jelas kengerian perang yang mustinya sebisa mungkin bisa dihindari apalagi mengingat mudahnya nyawa melayang atas keadaan perang tersebut.
Mengingat kembali pada oerang dunia II sebelumnya. Dunia pernah porak poranda akibat peperangan besar yang melanda.
Yang paling dikenang hingga kini, periatiwa besar yang mwngakhiri perang Dunia II yakni dikedakannya dua kota di jepang dengan bon Atom.
Kejadian itu terjadi pada tanggal 6 Agustus, AS menjatuhkan bom di Hiroshima, Jepang, memusnahkan 90 persen kota dan membunuh 80.000 orang.
Tiga hari kemudian, AS membunuh 40.000 orang di Nagasaki dengan bom nulir lainnya. Puluhan ribu lainnya menyusul tewas karena paparan radiasi.
Jepang menyerah beberapa hari setelah pengeboman kedua, mengakhiri Perang Dunia II.
Begitu mahal harga yang dibayar dari sebuah perang. Semoga prediksi beberapa orang tentang Perang Dunia III tidak terjadi.
***