SuaraPantura.com - Pernahkan Anda melihat koloni semut yang bergerombol melakukan gerakan memutar membentuk sebuah lingkaran? Jika iya, maka Anda telah melihat Fenomena unik dari spesies serangga yang spesial ini, semut.
Semut merupakan salah satu spesies serangga yang memiliki keunikan. Dalam satu koloni semut memiliki ribuan anggota, yang terdiri dari semut pekerja, semut pejantan dan ratu semut.
Satu koloni memiliki satu ekor Ratu yang bertindak sebagai pemimpin. Apa bila Ratu semut mati, maka koloni tidak akan bertahan karena Ratu semut lah yang bertanggung jawab sebagai pereproduksi koloni, atau penetas telur.
Koloni semut yang kehilangan Ratunya, maka koloni semut akan lemah. Sebagian anggota yang putus asa akan mulai membunuh dirinya sendiri dengan berjalan tanpa henti melakukan gerakan memutar membentuk sebuah lingkaran. Semakin lama lingkaran semut ini akan membesar karena bergabungnya semut-semut yang lain.
Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh seseorang bernama Beebe pada tahun 1921. Saat dirinya sedang berjalan di Guyana, ia melihat keanehan pada segerombolan semut tentara yang terpisah dari koloninya. Para semut ini lalu berputar dengan lingkar kaki 1.200 yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam bagi setiap semut untuk menyelesaikan loop.
Dari situlah kemudian ia menuliskan fenomena itu dalam bukunya, dan menamainya sebagai ants circle of death.
Seorang psikolog hewan dari Amerika, Theodore Schneirla, mulai mempelajari asal usul fenomena ants circle of death pada tahun 1944. Ia menjelaskan bahwa hal itu diawali karena adanya semut yang terpisah dari koloninya.
Ketika terpisah dari koloninya itulah semut memiliki peraturan sederhana, “ikuti semut di depannya”. Karena semut yang terpisah dari koloni saling mengikuti semut lain yang ada depannya, maka mereka pun akan membentuk sebuah lingkaran yang mirip black hole.
Begitulah lingkaran kematian pada koloni semut yang mengakhiri hidup mereka. Bagaimana? Benar-benar unik kan serangga satu ini.***