SuaraPantura.com - Duka mendalam patut kita haturkan kepada Negeri yang bernama Indonesia.
Bahwa di tengah tanah yang kaya raya, penghasil Sawit terbesar di dunia, namun kini warganya malah tewas mengantri minyak sawit yang kini menjadi langka di Indonesia atau barangkali dibuat langka, entahlah.
Yang jelas, ada Seorang ibu rumah tangga bernama Sandra (41) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), meninggal dunia saat mau mengantre minyak goreng di depan gerai minimarket, pada hari Sabtu 12 Maret 2022.
Sandra dilaporkan tiba-tiba batuk dan kejang-kejang sebelum terjatuh di lokasi antrean. Sontak, kabar itu menjadi viral.
Peristiwa itu terjadi di halaman sebuah minimarket di Jalan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.
Sontak kabar ini menjadi duka yang mendalam. Terutama untuk pemerintah yang sepertinya masih terkesan diam dan belum sadar ataupun malu.
Minyak Sawit ditanam, diproduksi secara melimpah di tanah air Indonesia kini seperti bagaikan hilang ditelan bumi.
Para ahli statistik pemerintah seperti kehilangan hitung-hitungan. Kehilangan kecerdasan angka-angka tentang berapa kebutuhan domestik dan berapa kuantitas yang harus disediakan untuk didistribusikan.
Rakyat seperti Ayam-ayam yang mati di ladang padi. Memiliki sumberdaya yang berlimpah namun tak bisa menikmati.
Apakah hamparan luas perkebunan sawit yang banyak lahir dari lahan hutan yang dibakar itu Negara peruntukan untuk orang lain dan bukan untuk Rakyatnya sendiri?.
Jika begitu sampaikan kepada Rakyat, bahwa mereka hanya diperalat untuk menanam, bekerja keras, dan bukan untuk menikmati.
Heu heu heu...
***