SuaraPantura.com - Cukup dengan minyak goreng, pemerintah dibuat malu dan kelabakan.
Bagaimana tidak, Hingga kini pun terbukti, pemerintah tak berdaya menangani kasus kelangkaan dan harga minyak goreng yang melambung.
Tak dipungkiri jusga sih, orang-orang terkaya di negeri ini kan mayoritas adalah pengusaha sawit. Maka dari sini kita bisa mengukur sebab ketidakmampuan pemerintah menangani kasus ini ya.
Salah satu menteri bahkan sempat "gimick" mau mengumumkan mafia minyak goreng. Namun di kemudian hari batal tak jadi diumumkan hingga kini.
Belum lagi fenomena politisi senior supet gokil yang berasal dari partai wong cilik.
Ia justru mengeluarkan statement yang seolah kehilangan empati setelah kejadian ibu-ibu mengantri minyak goreng begitu panjang.
" Apakah ibu-ibu ini setiap hari kerjaannya cuma menggoreng?" Ungkapnya.
Dudududuh...
Remuk luluh lantak kemanusiaan mendengar ungkapan ini.
Alih-alih memberikan solusi, ini malah ngatain ibu-ibu yang sedang berjuang.
Mereka yang mengantri mungkin ibu-ibu penjual gorengan, penjual kerupuk, dll.
Aktivitas mengantri minyak mereka bisa jadi adalah upaya menyambung hidup, menyambung pendapatan untuk keluarga.
Karna tak mungkin kan kerupuk goreng jadi kerupuk rebus dan gorengan bakwan diganti rebusan bakwan?.
Heu heu heu...
Ternyata langkanya minyak goreng selain menghilangkan kesabaran juga menghilangkan kewarasan ya.
***