SuaraPantura.com - Pemerintah memang secara terbuka menyatakan meminta dikritik terhadap kinerjanya agar berjalan baik.
Namun faktanya ketika dikritik mereka menghindar, tak terima bahkan membangun narasi kontra kritik maupun demonstrasi.
Seperti menjelang atau usai demonstrasi mahasiswa maupun masyarakat 11 April 2022 nanti.
Pemerintah pasti akan membangun narasi yang anti demonstrasi maupun pembusukan terhadap aktivitas demonstrasi itu sendiri.
Alih-alih menghargai, mereka beserta kroninya justru membangun narasi negatif terhadap aktivitas kritik terhadao pemerintah.
Berikut adalah modus dan skenario penguasa tiran yang anti demonstrasi :
1. Membuat Demo Tandingan
Penguasa yang anti demonstrasi tak jarang mengadakan Demo tandingan ketika dirinya atau kebijakannya ditentang oleh masyarakat.
Ia ingin melegitimas bahwa bayak pula masyarakat yang mendukung kebijakannya.
Tentu saja, demo tandingan ini pasti melibatkan massa bayaran dan kadang melibatkan para preman.
2. Menyusupkan Orang-orangnya ke Aksi Demonstrasi
Modus penguasa busuk lainnya adalah dengan menyusupkan orang-orangnya ke barisan massa yang sedang berdemonstrasi.
Massa yang menyusup itu kemudian memprovokasi agar terjadi kerusuhan sehingga menimbulkan citra buruk bagi para peserta demonstrasi di mata masyarakat.
Hal lain yang dilakukan adalah mensetting orang-orangnya yang menyusup ke barisan demonstrasi dan sengaja terekspos ke media dan mengaku bahwa ikut aksi tersebut karena dibayar.
Pembusukan citra demonstrasi ini bertujuan untuk melunturkan kepercayaan publik terhadap gerakan.
3. Memasang Mantan Aktivis
Modus selanjutkan adalah penguasa busuk itu memasang rekannya yang dulu aktivis untuk membuat statement yang kontra terhadap gerakan.
Mantan-mantan aktivis itu memanfaatkan pengetahuan gerakannya untu mencela maupun mencemooh para mahasiswa yang melakukan demonstrasi.
Dengan gaya bicara sok ilmiah dan tematik, mantan aktivis itu akan memojokkan gerakan dengan berbagai dalil.
Yang seperti itu adalah mantan aktivis yang bermental busuk dan menjadi anjing penjaga kekuasaan.
4. Membuat Informasi Pembusukan Karakter Melalui Media Jaringannya
Langlah penguasa busuk lainnya adalah melakukan pembusukan karakter terhafap para peserta demonstrasi.
Ia akan berbicara seolah bijaksana penuh dalih dan intrik.
Masalah-masalah kecil pun akan dibesar-besarkan demi meraih simpatik dan memojokkan peserta aksi.
Misalnya dengan membesar besarkan sampah yang dibuang sembarangan usai aksi, maupun properti atau sarana publik yang rusak usai demonstrasi.
Narasi ini akan dikembang-biakkan sehingga membuat bias esensi isu perjuangan yang sebenarnya sedang diperjuangkan.
Demikian 4 narasi dan skenario penguasa busuk yang anti demonstrasi untuk melakukan pembusukan karakter terhadap para pejuang demokrasi.
Semoga dapat diketahui dan tak termakan isu narasi penguasa busuk tersebut.
***