Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Membongkar Buzzer Oligarki, dari Membuat Partai Hingga Jadi Produsen Hoax di Media Sosial

Desky Danuaji•
Warung Pojok

SuaraPantura.com - Demokratisasi negeri telah dikotori oleh tangan-tangan oligarki yang sengaja menumbuh kembangkan buzzer kekuasaan.

Buzzer adalah seseorang yang menyuarakan suatu pendapat secara langsung, dengan menggunakan identitas pribadi atau identitas yang disembunyikan, untuk menyatakan suatu kepentingan di dalam media sosial.

Buzzer ini bisa terdiri dari perseorangan, kelompok maupun yang menjelma menjadi lembaga.

Suaranya mereka disetting satu suara untuk membela mati-matian kebijakan oligarki junjungannya.

Pendapat-pendapatnya tergolong mengerikan karena selalu bela patuh dan sendiko dawuh atas oligarki. Sehingga kadang seringkali menembus batas-batas nurani.

Konyolnya, kepemimpinan oligarki hari ini banyak memelihara Buzzer tersebut untuk selalu mengamini kebijakannya, pun juga seringkali digunakan untuk menabrak golongan yang kontra terhadap kebijakan.

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

Kerja buzzer ini sekaligus merusak dan membiaskan proses demokratisasi yang sehat.

Penguasaan jagad media sosial dianggap penting meskipun seringkali merusak batas-batas etika dan informasi.

Tak hanya menjadi bayang-bayang demokrasi di media sosial, buzzer ini di dunia nyata bahkan telah melembaga.

Ada yang membentuk ormas, bahkan ada pula yang membentuk partai.

Tugasnya sederhana, mereka akan selalu mengamini kebijakan oligarki dan menabrak lawan politik maupun mitra kritis penguasa.

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

Yang paling memalukan adalah ketika kelompok pendukung oligarki ini membentuk partai yang mengatasnamakan anak-anak muda namun haluan perjuangannya seolah hanya sebagai bayang-bayang lawan politik oligarki.

Fokus mereka menabrak, tanpa ada konstruktif yang jelas.

Ini sangat merusak demokrasi dan membelah masyarakat dalam kesenjangan argumentatif hingga memunculkan permusuhan.

Seperti kejadian pengerokan terhadap oknum buzzer baru-baru ini. Kita sama-sama mengecam cara-cara kekerasan.

Namun jangan lupa, kita juga wajib mengecam cara-cara dan argumentasi-argumentasi busuk yang memicu perpecahan.

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

Buzzer bermain aman di media sosial, menabrak banyak kelompok, memproduksi hoax, menebarkan permusuhan, namun sengaja ditumbuhkembangkan oligarki dan seolah tak pernah tersentuh hukum.

Ini pemicunya, ketika hukum tumpul terhadap buzzer oligarki, maka hukum masyarakatlah yang bekerja.

Mereka melakukan penghakiman sendiri karena ketidakpercayaan terhadap aparat hukum yang lemah terhadap para penyembah oligarki.

Jika hal ini tetap dibiarkan, masyarakat kita akan terus terbelah dan akan semakin banyak rakyat yang mencari salurah hukum dan keadilan sendiri karena hukum negara tak bisa diharapkan.

Jika sudah begitu, kita akan menyalahkan siapa? Kekerasan itu sendiri atau perilaku yang memicu terjadinya kekerasan tersebut?.

Mari kita renungkan.
***

Tags:
#bongkar#buzzer#oligarki
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…