SuaraPantura.com - Dunia gaib memang penuh misteri karena jauh dari jangkauan logika sehingga tak jarang dimainkan oleh 'orang pintar' untuk memainkan spekulasi.
Mulai dari main tebak-tebakan 'iseng-iseng berhadiah' sampai bermain kartu dengan gambar-gambar unik dan menterjemahkannya melalui untaian kata-kata penuh spekulatif.
Konyolnya kadang hal ini juga dimanfaatkan seseorang untuk melakukan pansos. Nimbrung terkenal melalui isu isu populer.
Dan yang lebih konyol adalah meramalkan kematian seseorang yang tengah hilang disaat keluarga sedang harap harap cemas menanti kabar.
Mustinya jika benar-benar 'orang pintar', Ia punya etika yang baik dan tak menyakiti apalagi hanya dengan bermodal spekulasi.
Ini yang terjadi pada seorang yang dikenal sebagai pawang hujan Mandalika yang kemudian ikut-ikutan meramal nasib seseorang yang dinyatakan hilang karena terbawa arus di Sungai Aare, Bern, Swiss.
Ia menyadari betul apa yang disampaikan adalah spekulasi semata, sehingga di awal dia sudah bilang ramalan ini bisa benar bisa salah.
Di awal dia sudah bermain aman sehingga tidak banyak disalahkan ketika ramalannya meleset.
Namun jika ramalannya tepat, ia lantas akan membusungkan dada dan memunculkan 'keakuannya'.
Beruntung, kali ini ramalannya dipermalukan Tuhan. Ia meramal Eril anak Ridwan Kamil akan ditemukan 8 jam kemudian di jam 8.
Mesti banyak dihujat, diingatkan berbagai pihak, Ia pun minta maaf dengan kalimat bersayap.
Maaf, dulu ramal anak Jokowi jadi Walikota Solo juga tepat. Heu heu heu... Masih aja menunjukan keakuan dan mencari pengakuan publik.
Pawang hujan, beralih jadi tukang ramal, mungkin ke depan bakal jadi Jurkam atau juru kampanye.
Sebab dunia mistik erat kaitannya dengan dunia politik. Barangkali pansosnya kali ini sebagai bagian dari promosi tahun politik?.
" Ayo Tebak presiden 2024, ayo pakai aku jadi dukunmu, pasti kamu menang" heu heu heu...
***