Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kisah Horor Sopir Travel Lintas Sumatera, Jangan Baca Sendirian

Andri Susanto•
Warung Pojok

SuaraPantura.com - Cerita berawal dari sebuah parkiran travel trayek Jakarta menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Seperti biasanya sore itu Usman tengah duduk menunggu penumpang travel tempat ia bekerja.

"Ada empat orang," ujar petugas travel memberitahu Usamn jumlah penumpangnya malam itu.

Usman mengangguk sambil mengacungkan jempolnya tanda ia paham dengan info dari petugas pencatat penumpang.

Saat menunggu penumpang, tiba-tiba seorang nenek berpakaian lusuh menghampiri Usman sambil menengadahkan tangannya seperti meminta uang.

Usman pun bergegas merogoh kantong dan memberikan selembar uang dua ribuan.

"Kamu pulang, jangan berangkat malam ini," ujar si nenek sambil berlalu.

Usman sedikit kaget mendengar perkataan nenek tersebut, namun ia mengabaikannya karena ia meganggap nenek tadi sedikit tak waras.

Beberapa saat kemudian penumpang travel tempat Usman bekerja telah berada di dalam mobil minibus yang biasa ia kemudikan.

"Nanti keluar di tol Serang Timur ya, ada penumpang 1. Sama di bawah jalan layang sebelum pelabuhan ada 1 orang lagi, ini nomer HP nya," ujar petugas sambil menyerahkan secarik kertas.

Setelah semua siap, Usman bergegas memacu minibusnya. Sesaat saat mobilnya meninggalkan parkiran, tiba-tiba ada yang berbisik di telinga Usman.

"Kamu pulang, jangan berangkat," bisik suara tanpa wujud itu.

Usman sedikit merinding, namun ia tak memikirkannya. Ia mengira dirinya agak capek jadi kata-kata nenek tadi masih terngiang.

Penumpang pertama di tol Serang Timur berhasil usman ambil tanpa kesulitan.

Tiba di bawah jembatan layang Usman berhenti bermaksud menelpon penumpang ke dua.

Beberapa kali ia telepon tak juga diangkat. Usman melirik jam tangannya. Jam meunjukkan pukul 10:00 WIB.

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

Kembali ia menelpon, namun tak ada yang mengangkat. Ia menelpon petugas travel namun tidak tersambung.

Setelah menunggu agak lama sambil coba menelpon, tiba-tiba berdiri wanita didekatnya. Ia mengenakan gaun berwarna merah dan mengenakan payung hitam.

"Travel yah?," tanya wanita itu singkat.

Usman yang kaget pun segera menjawab iya dan bergegas membuka pintu mobilnya. Wanita itu pun masuk dan mengambil tempat duduknya.

Saat Usman hendak masuk ke mobilnya, di seberang jalan di bawah lampu jalan yang cukup terang ia melihat seorang nenek.

Iya, itu nenek yang tadi sore ia temui. Usman kaget setengah mati, ia mengusap matanya berkali- kali.

Dari seberang jalan nenek itu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menunjuk bagian belakang mobilnya persis di tempat wanita bergaun merah tadi duduk.

Sesaat Usman diam berdiri, namun seorang penumpang menegurnya. "Ayo bang, nunggu apa lagi".

Usman pun bergegas masuk dan menyalakan mobilnya. Sebelum berlalu ia sempat melihat ke arah nenek tadi berdiri, ternyata tak ada siapa-siapa di sana.

Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya mobil travel Usman sudah berada di dalam kapal. Selama penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni ini Usman memikirkan kejadian aneh yang ia alami.

Sepanjang jalan ke pelabuhan Merak tadi dan selama berada di dalam kapal, Usman tidak melihat keanehan pada perempuan penumpang terakhirnya. Diam diam ia memperhatikan penumpangnya yang satu itu.

Setelah hampir dua jam akhirnya sampailah ia di pelabuhan Bakauheni.

Tak jauh dari Bakauheni, ada 2 penumpang yang turun.

Di dalam sekarang tinggal 4 penumpang. Usman melirik kertas catatan tujuan semua penumpangnya. "Aman," gumamnya.

Usman memang sengaja tidak masuk tol trans Sumatera untuk menghemat ongkosnya. Lagian penumpangnya ternyata turun di daerah Lampung semua, begitu pikirnya.

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

Singkatnya, setelah mengantar penumpangnya di Kota Metro, kini sisa satu penumpang di dalam mobilnya. Ya betul, wanita bergaun merah.

Usman melihat nama penumpang dan tujuannya. "Kedasih, Kotabumi," batinnya.

Untuk memecah kesunyian, Usman memberanikan diri mengajak ngobrol penumpangnya.

"Mba Kedasih di Merak kerja atau habis liburan?," tanya Usman.

"Kerja," jawab Kedasih singkat dan datar.

Tiba-tiba bau wangi menyeruak sesaat setelah wanita bergaun merah bernama Kedasih itu menjawab pertanyaan Usman.

Usaman merinding mencium bau wangi yang menurutnya aneh karena sepanjang jalan tadi ia tidak mencium bau wangi ini. Namun ia berpikir positif, barangkali Kedasih memang sedang menyemprotkan parfum.

Usman melihat jam tangannya, sudah jam 3:00 dini hari. 

"Nanti di depan belok kiri ya bang," tiba-tiba Kedasih bicara.

Usman yang hafal betul dengan jalan lintas Sumatera ini yakin kalo di depan tidak ada belokan ke kiri, setau dia tidak ada pemukiman di sekitar situ. Lagian ini belum sampai Kota Bumi.

Usman yang hendak bertanya megurungkan niatnya saat melihat ada gapura yang cukup besar dan diterangi lampu tak jauh dari posisinya berada.

Setengah keheranan Usman tetap berbelok ke arah gapura tersebut. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri memperhatikan situasi yang asing buatnya.

Mengikuti petunjuk wanita bergaun merah tadi akhirnya Usman sampai di sebuah rumah yang cukup besar setelah melewati hutan dengan pohon-pohon besar yang sepertinya berumur ratusan tahun.

Usman membuka pintu mobilnya bermaksud mempersilahkan Kedasih turun. Namun ia kaget karena mobilnya kosong.

Usman mencari-cari Kedasih di sekeliling mobil barangkali ia sudah turun, begitu pikirnya.

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

"Terima kasih ya bang," suara Kedash mengagetkan Usman. Ternyata ia sudah berada dalam pagar rumahnya.

Usman bingung karena tidak melihatnya turun dan memasuki rumah, tak ada suara pagar besi yang dibuka.

Saat Usman melihat ke arah Kedasih itulah ia kaget bukan kepalang. Usman melihat Kedasih tidak berdiri, namun melayang ke arah rumahnya.

Usman yang mulai ketakutan segera memasuki mobilnya dan memacu kendaraannya sangat cepat.

Hampir satu jam Usman berusaha mencari jalan keluar dari tempat itu, namun ia tak kunjung menemukan gerbangnya. Usman seperti hanya berputar di tempat yang sama.

Lelah berputar-putar, Usman akhirnya berhenti di depan sebuah rumah bermaksud bertanya pada penghuninya.

Seorang nenek keluar dari dalam rumah setelah Usman mengetuk pintu. Iya, itu nenek yang ia lihat di parkiran travel dan dekat jalan layang pelabuhan Merak.

Usman tak bisa berkata-kata. Nenek itu tersenyum dan menunjuk ke sebuah arah. Ternyata tempat yang ditunjuk adalah gerbang tempat Usman masuk.

Tak berpikir panjang Usman segera memacu kendaraannya menuju gerbang, dan akhirnya ia bisa keluar menuju jalan lintas Sumatera.

Lega berhasil keluar dari tempat aneh tadi, Usman berhenti di sebuah SPBU. Usman memikirkan kejadian yang ia alami.

Setelah sebatang rokok ia habiskan, Usman yang penasaran kembali ke jalan arah gerbang perkampungan tempat ia menurunkan Kedasih.

Kaget bercampur heran, Usman tidak menemukan gerbangnya. Yang ada hanyalah jurang dan hutan.

Usman yakin itu tempat gerbang yang ia masuki tadi malam. Saat sedang kebingungan itulah, tiba-tiba HP nya berdering.

"Lu gimana, itu penumpang deket jalan layang pelabuhan Merak ngamuk nggak dijemput, nungguin dia dari jam 10," ujar penelepon yang ternyata petugas travel.

Usman bertambah pusing dan bingung, akhirnya ia memutuskan untuk kembali lagi ke Jakarta untuk menceritakan kisah horornya.***

 

Tags:
#cerita#sopir#travel#hantu#kisah horor
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…