Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Cerita PSK Pantura: Kisah IRT Jadi PSK Demi Mengobati Suami, Akhirnya Malah Ketagihan. Tenyata Gara-Gara ini

Tim Suara Pantura 02•
Warung Pojok

SuaraPantura.com - Kisah dan berbagai cerita PSK Pantura dengan segala latar belakangnya memang tak ada habisnya untuk diceritakan.

Kehidupan dan cerita PSK Pantura yang kompleks karena profesinya yang dicap negatif oleh masyarakat makin menjadi bumbu pada kisah hidup mereka.

Termasuk cerita PSK Pantura tentang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjadi PSK demi mengobati suaminya.

Sebut saja namanya Sri yang seorang ibu rumah tangga dengan satu anak laki-lakinya yang berumur 10 tahun.

Sri menikah dengan suaminya yang berprofesi sebagai buruh bangunan yang biasa Sri sebut kerja di PT Bintang Kejora alias PT kadang kerjo kada ora. ya, suami Sri sebenarnya kerja serabutan.

Awalnya kehidupan mereka cukup bahagia meski hidup sangat sederhana dan harus menahan segala keinginan memiliki ini dan itu karena keterbatasan ekonomi.

Jangankan membeli barang-barang seperti kebanyakan tetangganya, bisa makan sampai akhir bulan saja sudah hal yang sangat membahagiakan untuk keluarga kecilnya.

Sampailah pada suatu saat suami Sri mengalami kecelakaan yang menyebabkannya tak lagi bisa bekerja untuk sementara waktu, entah sampai kapan. Yang jelas sampai suaminya benar-benar sembuh.

Dalam kondisi kakinya yang sulit berjalan karena masa penyembuhan pasca patah tulang, penyakit paru-paru suami Sri juga kambuh yang mengharuskannya berobat secara rutin.

Karena suaminya tak lagi bekerja, maka tak ada lagi pemasukan, sedangkan uang yang mereka miliki sudah habis untuk makan dan berobat. Melihat kondisi ini akhirnya Sri memutuskan untuk bekerja.

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

"Mas, aku tak coba cari kerja ya. Kalau begini terus repot nanti buat makan aja minggu ini habis uang kita mas," kata Sri meminta izin pada suaminya.

"Kamu mau kerja dimana?," tanya suaminya.

"Mbak Ina kan punya warung makan di jalan Pantura yang deket gerbang Desa 'B'. Aku mau ikut dia," ujar Sri.

Meskipun berat, tapi suami Sri juga tak punya pilihan. Singkatnya, mulailah Sri bekerja di warung temannya. Warung makan tempat Sri bekerja ini berada persis di samping sebuah hotel.

Zaman Sri masih kecil, hotel ini cukup ramai bahkan pihak hotel sampai menyediakan mess untuk karyawannya di belakang hotel. Namun sekarang hotel tersebut sepi, bahkan sangat sepi.

Sebulan berlalu, penghasilan Sri dari bekerja di warung temannya itu ternyata tak cukup untuk sekedar biaya makan keluarganya, belum lagi untuk berobat suaminya. Sambil menunggu pembeli, Sri memilih duduk melamun di depan warung melihat kendaraan yang lalu lalang.

Tiba-tiba ada pasangan laki dan perempuan keluar dari hotel lalu menuju warung tempat Sri bekerja. Mereka hanya pesan es teh. Tak seberapa lama setelah si pria menghabiskan rokoknya, ia pun berlalu sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu.

Sri tahu perempuan yang bersama laki-laki tadi namanya Bunga, berprofesi sebagai PSK yang tinggal di mess belakang hotel dekat warungnya. Mess itu kini memang menjadi kost setelah hotel sepi dan karyawannya banyak yang diPHK.

Melihat Bunga mendapat uang dengan mudah, tiba-tiba terbersit dalam benak Sri untuk mencoba menjadi PSK. Minimal sampai suaminya sembuh dan bisa kembali bekerja.

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

"Mba, kalau saya ikut kerja kayak Mba boleh nggak ya?," tanya Sri memberanikan diri.

"Wah jangan ngawur kamu Mba, serius mau kerja kayak saya?," sahut Bunga sedikit kaget.

Sri kemudian menceritakan panjang lebar soal kehidupannya yang berada pada situasi serba sulit. Akhirnya disepakatilah bahwa Bunga mencarikan pelanggan untuk Sri, tapi Sri harus menyewa kamar kost sendiri. Sri tetap berada di warung dan hanya dipanggil saat ada tamu.

Bunga dengan sukarela mencarikan Sri tamu, ia hanya minta sedikit uang rokok dari setiap transaksinya. Sri saat itu memang sudah gelap mata, ia berfikir kalau sekali melayani tamu ia bisa dapat uang 300 ribu, dalam satu bulan pasti uangnya banyak Bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan suaminya.

Tamu Pertama
Hari itu Sri mendapat tamu pertama. Setelah dikabari oleh Bunga akan ada yang datang, Sri bergegas menuju kamar kostnya. Dia segera berganti pakaian memakai celana pendek dan kaos ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Sebenarnya Sri agak ragu dan gugup. Namun rasa itu ia coba buang jauh-jauh demi suami dan anaknya.

Tamu pertamanya laki-laki berumur sekitar 40 tahunan. Sri benar-benar canggung berdua dengan laki-laki yang bukan suaminya dalam satu kamar. Namun saat pria itu beraksi, entah kenapa justru Sri merasakan sesuatu yang berbeda.

Pria yang sepertinya jago urusan ranjang itu membuat nafsu Sri memuncak. Bahkan ia malah cenderung aktif mengikuti permainan pria hidung belang itu. Maklum saja, Sri sudah lama tidak berhubungan intim sejak suaminya mengalami kecelakaan.

20 menit berlalu akhirnya pekerjaan Sri selesai. Pria itu langsung pergi sembari meletakan uang 300 ribu di atas kasur. Selesai dari kamar mandi, Sri segera menemui Bunga lalu menyerahkan uang 50 ribu sebagai tanda terima kasih.

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

Sri kembali ke warung dan melakukan aktifitas seperti biasa. Di dalam warung Sri sempat menyesali perbuatannya, tapi di sisi lain ia juga senang dalam waktu kurang dari satu jam bisa mendapatkan uang 250 ribu.

"Kalo tiap hari ada tamu, banyak nih duitku," gumam Sri dalam hati.

Sri Terlena
Seminggu telah berlalu, minggu ini Sri mendapat 3 tamu, artinya dalam seminggu ia mengumpulkan uang 750 ribu. Angka itu hampir sama dengan gajinya sebulan bekerja di warung. "Sudah kerjanya enak, dapat duit juga," batin Sri.

Makin lama pelanggan Sri makin banyak. Tak hanya dapat tamu dari Bunga, keberadaan Sri ternyata menyebar dari mulut ke mulut setiap tamu yang ia layani. Uang yang Sri kumpulkan makin banyak, namun ia masih bisa menahan diri untuk tidak tampil mencurigakan, terutama di depan suaminya.

Setahun kemudian suami Sri sudah benar-benar sembuh dan sudah bisa bekerja seperti biasa. Sri yang dulu memutuskan terjun menjadi PSK hingga suaminya sembuh dan bisa bekerja kembali kini sudah lupa dengan janjinya.

Sri merasakan mudahnya mencari uang. Ia meminta izin pada suaminya untuk tetap bekerja, hitung-hitung bantu suaminya.

Itulah sedikit Cerita PSK Pantura bernama Sri yang awal mulanya hanya ibu rumah tangga kemudian seiring berjalannya waktu beralih profesi menjadi PSK.

Langkah Sri terjun dalam dunia esek-esek dengan apapun alasannya tidaklah bisa dibenarkan, terlebih pada akhirnya ia justru ketagihan karena mudahnya mendapat uang dari bisnis lendir ini.

Seberat apapun ujian hidup yang kita alami, yakinlah bahwa itu sudah sesuai dengan ukuran kita yang menjalaninya. Memang hidup perlu ketakwaan, kesabaran dan istiqomah untuk tetap berada di jalan-Nya.***

Tags:
#pantura#cerita#psk#kisah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…