Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Edisi Tobat, Murlidod Lagi Sinau Qonaah, Diwaca Kayong Nggrentes

Yanvera osmana•
Warung Pojok

Suarapantura.com - Sedulur, saya mungkin bukan orang baik. Tetapi percayalah, saya juga terus belajar menjadi orang baik. Begitu dulu Kangjenge AR sering berujar. Dan entah kenapa akhir-akhir ini, saya juga merasakan situasi batin yang sama dan keprucut pengin mengucapkannya.

"Tulung, Nyong Lagi Belajar Qonaah" jare Murlidod.

Wa, enyong lagi belajar qonaah. Sung! Abot pancen, tapi kudu tak lakoni. Paling tidak, saya sedang mengulang ajaran Emak dan Bapak yang sedari saya kecil terus-terusan weling.

"Bocah, dunya kuwe laka pole, sugih laka watese, semakin dikejar semakin adoh. Kaya banyu laut, tambah dinung tambah ngelak, ngorong. Dadi koen kudu belajar merasa cukup, syukur karo apa sing ana, insya Allah Gusti Allah bakal maringi sing ora ana. Kuwe mau jenenge qonaah". Kurang lebih begitu orang tuaku sering ngelingna mbiyen.

Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi
Baca Juga · Warung Pojok
Dari Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar hingga Pembunuhan Kacab BRI, Jejak Sindikat Candy dan Dwi

Belajar merasa cukup dengan apa yang ada, sambil berikhtiar, kasab, golet rejekine Gusti Allah. Nilai-nilai ini pula yang saya coba wariskan ke istri dan anak-anaku.

Jadi kelingan dawuhe Kanjeng Nabi lewat para kyai dan ustadz di kampung. Redaksi haditsnya indah nian.

“Siapapun yang ingin menjadi seorang pemilik, maka Allah SWT cukup baginya. Siapapun juga yang menginginkan ketenangan, maka Al-Quran akan mencukupinya, dan siapapun yang menghendaki kekayaan, maka cukuplah dengan Qanaah. Lalu, barangsiapa yang menginginkan sebuah nasihat maka cukuplah dengan kematian, dan siapapun yang merasa tidak cukup dengan keempat perkara tersebut, maka nerakalah yang akan mencukupinya.”

Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya
Baca Juga · Warung Pojok
Corporate Secretary BNI, Kekayaan Okki Rushartomo Melonjak, Ini Rinciannya

Jare Gus Baha, perkara istighna, ngrasa cukup, pancen ora gampang. Makanya Imam Syafii ngendika, konsep tercukupi itu terjadi bukan dengan memenuhi semua keinginan, tetapi justru dengan mengurangi keinginan-keinginan. Karena pada dasare menungsa kuwe nggone tamak, selalu ora cukup. Maka manusia yang hebat itu saat pikiran dan lakunya tidak didikte materi, begitu kata Gus Baha.

Pada praktiknya memang berat. Kita sering abai dengan pesan Kanjeng Nabi, qaul ulama. Padahal dengan qanaah sebetulnya hidup kita akan lebih tenang, lebih bahagia. Karena apapun yang kita lakukan tidak diombang-ambing oleh orang lain, oleh keinginan, gengsi, nafsu. Ridha dengan apa yang ada, itulah qanaah. Bukankah sikap ini pula yang diajarkan guru-guru kita, para kyai dan ustadz, para mursyid.

"Selain itu, sifat Qanaah juga menjadikan manusia untuk selalu bersyukur dan tidak tidak mudah putus asa terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Maka dari itu, sifat Qanaah sangat penting diterapkan dalam keadaan apapun supaya mendapatkan rasa ketenangan".

MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026
Baca Juga · Warung Pojok
MAXstream Dikeluhkan Pengguna, Folaplay dan TVRI Jadi Solusi Nonton Piala Dunia 2026

Pada kenyataannya, di zaman akhir kaya kiye, ketika urip menungsa semakin gemrungsung, selalu diburu hasrat, sikap qonaah justru menjadi obat modern yang ampuh. Kalau banyak orang kaya stres dan depresi karena berbagai dinamika hidupnya, maka qanaan justru menenangkannya. Karena rasa stres, frustasi, depresi, toh pada dasarnya berurat akar pada hasrat dan keinginan yang dirasa tak terpenuhi. Sebab kenyataan tidak selalu harus tunduk pada keinginanmu, keinginan kita. Maka cukuplah dengan ridha atas takdir Allah saat ini, sambil terus mengikhtiarkan hari esok yang lebih baik.

Tapi kabeh mau ya balike ng awake dewek. Mbokan weruh jakwir apa tangga tuku mobil anyar, pilihane mung loro. "Duh, kae wes tuku mobil anyar ya, mobile aku daning esih kaya kie bae" atau "Alhamdulillah, kaya kiye mboran ya aku wes duwe mobil. Sapa ngerti ngemben Gusti Allah maringi aku mobil anyar".

Agh, aning ngomong tok tah gampang oh, tapi prakteke ya angel. Nah kue, angel itu kualitas, artine bisa dilakoni kan. Nyatane nyong rika pada ben menit bal bul, setengah jam ora ngudud cangkeme kecut, tapi pas puasa ya nyatane tutug ka. Jadi tulung, saya enyong ya lagi belajar qonaah.
***

Tags:
#qonaah#guyon ngapak tegal#murlidod
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…