SuaraPantura.com - Peredaran judi togel atau toto gelap, dikalangan masyarakat kita semakin hari bertambah marak dan maju pesat.
Praktik ini mengalahkan bisnis-bisnis saham papan atas dibursa efek. Kondisi itu sendiri, jelas tak bisa dibendung lagi.
Karena bisnis judi yang para pelakunya, kebanyakan dari kalangan menengah kebawah tersebut, menganggap togel bisa menjadi salah satu alternatif utama untuk mencari peruntungan dalam mengatasi permasalahan himpitan ekonomi keluarga.
Kecendrungan itu lah yang mendasari sebagian besar para pelaku-pelaku judi togel berfikir irasional.
Bahkan, tak jarang makam-makam kramat dan tempat-tempat paling angker pun dijadikan wahana guna dimintai petunjuk terkait keluaran nomer togel nantinya.
Anda bisa membayangkan. Betapa seramnya makam dan tempat angker dimalam hari.
aghh itu sih dahulu kala!! Tapi sekarang sudah tak se seram yang diceritakan kebanyakan orang. Karena sekarang sudah banyak orang berdatangan dimalam hari ke tempat tersebut.
Miris memang, tapi apa lacur. Hal itu, sudah menjadi kekuatan dan kepercayaan para pelaku judi togel. Hahahaha aneh bin ajaib kalau mau digambarkan.
Tapi itu kenyataanya, sampai-sampai setan, demit, dan jin pun, kemungkinan dibuat ketakutan sendiri melihat manusia.
Karena merasa kebingungan menanggapi banyaknya permintaan bocoran pengeluaran nomer togel. Atau bisa juga kemungkinan para setan, dan jin itu sendiri bingung. Melihat pelaku judi togel, tak ada rasa takut-takutnya sama sekali terhadap dirinya.
Sangat irasional memang pola pikirnya, tapi kondisi itu sendiri, semakin masif dan tidak dapat dicegah secara langsung.
Sebab, dijadikan satu-satunya peruntungan yang menurutnya logis. Ditengah carut marutnya tatanan perekonomian dan tata kelola pemerintahan.
Terlebih mencari pekerjaan sekarang ini sangatlah susah, cari modal sulit, lowongan kerja sangat sedikit, itu pun dengan seabareg persyaratan menggunung plus umur. Sedangkan kebutuhan ekonomi keluarga tiap detik tiap menit terus meningkat dan harus dipenuhi.
Entah sampai kapan fenomena semacam ini terjadi. Karena semuanya bermuara pada kesulitan ekonomi. Dan kalaupun ada larangan berdasarkan aturan, sungguh naif sekali memang, kalau tak memberikan solusi berkelanjutan.
Karena bisa menari-nari diatas desakan ekonomi kaum terjepit. Dan mereka bisa maraup cuan puluhan milyard dalam sehari hanya bermodalkan segepok uang serta pemberian harapan semu.
Ah persetan gumam ku dalam hati. Wasuuuu keluar dari mulutku dengan keras, saat tahu tebakan nomer jitu ku tak tembus, terus sebatang rokoku hilang dibawa anjing betina. Kikikik...
***