SuaraPantura.com - Pagi menjelang siang, tim redaksi beserta rombongan ahlul kopi menyempatkan diri berkunjung di kediaman mantan Bupati Tegal, Agus Riyanto atau yang sering disapa Mas AR.
Sapaan 'Mas' yang melekat pada brand 'AR' ini seolah tak lekang ileh waktu. Meskipun rambutnya sudah memutih, umur pun semakin matang, namun kita fasih-fasih saja dan memang lebih nyaman memanggilnya 'Mas AR'.
Agenda 'dolan ngopi' di tempat Mas AR sebenarnya diacarakan hari Minggu besok tapi ya akhirnya terlaksana pada Sabtu, 30 Juli 2022 atau bertepatan pula pada 1 Muharram (Dina Apik Jon!).
Namun kerana alam mungkin memang menghendaki kita hari ini, pagi-pagi, tanpa komando kita saling kontek dan Cuss ajah otewe Margasari.
Sampai di kediaman mas AR kita segera disambut untuk nongkrong ngopi di taman samping rumah, gaya kongkow-kongkow ala anak muda yang. Secangkir kopi segera dihidangkan di hadapan masing-masing.
"Di icipi Jon! Nek sekirane ora enak lan ora cocok, tak ganti sing luih enak" jare Mas AR.
Bahasa komunikasi yang antik dan nyentrik ini tentu lantas disahut dengan 'Gerrr..' yang riuh dan kompak pada bilang,
"Wes mas kie bae ora usah diganti, wes Josh nemen" kurang lebih begitu sahutan kita-kita yang namu di rumah beliau.
Obrolan pertama kita mengalir ke seputar konten kreatif. Sebab saat pertama datang dan sampai, Murlidod langsung masang-masang alat podcast.
" Untung Murlidod saiki konten kreator, dadi nodong'e nganggo mikropon podcast. Coba nek Murlidod dadi Polisi, Ndean tah Nodong'e nganggo Bedil yah" kikikikik...
Obrolan seputar konten kreator pun tergolong Gayeng.
Rupanya tema fenomena Bonge dan Jeje tidak lepas dari pengamatan Mas AR.
Bahkan Ia mampu menjelaskan fenomena sosial ini secara detail dan rinci.
Mas AR terlihat sangat menguasai tema sosial ini.
" Edan ah, Tuwa-tuwa jebule ngamati dolanan Tiktok ana apa Wa?" Jare Murlidod sambil terkekeh.
Tak berubah memang, kemampuan analisis Mas AR ini asli tak pernah diragukan.
Bupati yang setiap ceramahnya selalu membawa-bawa nama 'emaknya' ini terlihat antusias dan terlihat pemikirannya lebih bahkan muda dari semua yang hadir disana.
Dal Del Dal Del,,,
Diskusi asik siak-siuk nganti teka banyu sesi loro : Jog Es Duren Ketan....
Hingga akhirnya obrolan ini masuk pada tahap tema tentang Kabupaten Tegal.
(STOP! Sebelum lanjut tulisan ini, yang baper disarankan jangan lanjut baca, wkwkwk...).
Saat ditanya tentang pembangunan di Kabupaten Tegal, Mas AR memberikan gambaran umum begini,
"Mas, Skema pembangunan menurut itu setidaknya musti memenuhi 3 unsur. Pertama sesuai kebutuhan masyarakat, kedua rasional, dan ketiga sesuai aturan,' tutur Mas AR.
Ia menambahkan bahwa ketiga kriteria tersebut pun harus disertai pula dengan komunikasi yang baik.
Tanpa komunikasi yang baik pembangunan dipastikan kacau. Tak memenuhi ketiga kriteria tersebut pun juga oembangunan akan bermasalah.
"Bermasalah sing dimaksud kaya sing saiki Mas?" Takon Murlidod.
"Raimu aja main takon lah," Jawab Mas AR dengan logat Tegalnya yang kental disertai gelak tawa para ahlul kopi disitu.
Selain itu, Mas AR juga sempat ditanya secara detail terkait persoalan keruwetan pengelolaan sampah di Kabupaten Tegal.
Mas AR pun memberikan penjelasan dan solusi begini.
(Eh, saat mau lanjut nulis si Mawar datang).
"Mas Ngetik-ngetik bae sih, Aku kapan di Utik-utik?" Jare Mawar.
Duhhh tugas negara kiyeh,
Ngapunten ya wa, penjelasan tentang sampah ngko nonton bae ning Youtube'e Suara Pantura TV yakk...
Ngapurane kiyeh Wa,
Aku tak lanjut tugas negara ndisit karo si Mawar yakk.
Assalamualaikum,
" Sleeebeeeewwwwww....."
***