SuaraPantura.com - Jaman sudah sangat canggih dan cepat. Tapi dengan "kegendengan" yang begitu melekat. Dimana para generasinya, abai dalam memahami adab, dan sopan santun penuh kejujuran.
Malah terkesan lebih mimilih budaya bar-bar apa adanya ala kebarat-baratan.
Liat lah, kelakuan sebagian anak-anak remaja sekarang. Malam minggu pacaran dengan yang ini. Minggu besoknya pacaran dengan yang itu. Ada om dan tante-tante, malam tidur dengan orang lain, dan kembali tidur lagi, tapi sama yang lain lagi. Ahhg betapa terpekiknya tenggorokanku.
Bicara dunia malam pun, malah lebih parah lagi. Dimana ada seseorang menatap matamu, lalu dia bilang "aku mencintaimu" padahal kan, dia tak sungguh-sungguh mencintaimu.
Hanya karena demi segepok uang, dia begitu memahami peran watak yang sangat mahir.
Ya, ini lah dunia tipu-tipu. yang bisa sangat cepat. Mampu mengacaukan negeri ini...
Begitu hancurlah generasi bangsa ini...
Yang mana, namanya minuman beralkohol, berubah menjadi minuman sehari-hari.
Bahkan memecahkan perawan seorang gadis, dianggap sebuah prestasi prestis. Serta melukai orang-orang terdekat kita dianggap hanya lelucon.
Yang lebih parah adalah berhubung intim dengan gonta ganti pasangan adalah sebuah hobi pertemanan. Wuihh setan kan!!!
. Rasa haus akan kebobrokan itu pun, ternyata hinggap disemua lini sendi-sendi kehidupan.
Saat ini selingkuh dianggap biasa, dan bagian dari sebuah hubungan biasa mencari kepuasan batiniah. Numpakin bini orang, dinaikin laki orang adalah sebuah arisan.***