SuaraPantura.com - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diprediksi akan memberikan andil bagi naiknya bahan pokok lainnya.
Sebab biaya produksi maupun distribusi bahan pokok tersebut tak lepas dari ongkos transportasi yang melibatkan Pengeluaran untuk BBM.
Masyarakat pun merespon kebijakan ini dengan berbagai sikap. Ada yang hanya diam karena merasa tak berdaya, ada yang diam karena mendukung junjungannya, dan ada pula yang menolak kebijakan dengan banyak hal pula.
Kesemuanya itu pun biasanya hanya sesaat. Karena belum ada sejarah BBM naik terus diprotes jadi turun. Pun juga belum ada pejabat yang berhasil diturunkan karena kebijakan menaikkan harga BBM. Kesemuanya itu hanya sebatas sikap spontanitas.
Ke depan juga bakal normal-normal saja. Normal dalam artian, si Kapitalis terus menikmati hasil kerja buruh, dengan upah buruh yang juga tak naik-naik. Sangat normal bukan? Kikuk...
Kali ini kita jangan bahas yang berat-berat dulu. Saya justru tertarik dengan pembahasan seorang pemuda lajang bernama Sengsong (bukan nama sebenarnya).
Ia secara kreatif malah menyoroti apakah kebijakan BBM ini akan berdampak terhadap naiknya harga PSK Pantura yang biasa menjajakan dagangannya melalui aplikasi online.
Sengsong pun sudah hatam betul berapa saja harga-harga PSK sebelum kenaikan harga BBM, tempat-tempat PSK itu menjajakan dagangannya, bahkan Sengsong pun hapal siapa saja nama-nama pemain lama maupun pemain baru di dunia PSK Online itu.
Jelas, kecerdasan Sengsong ini mengalahkan aparat penegak hukum, juga Intel-intel yang dibiayai negara. Sengsong lebih tajam informasinya meskipun dia tidak dibiayai siapapun.
Saya pernah membayangkan bagaimana jika Sengsong direkrut oleh negara, masuk jajaran penegak hukum, atau menjadi bagian dari kesatuan Intel yang dibiayai negara.
Sudah pasti pemberantasan prostitusi online ini sangat mudah. Namun sayangnya tidak demikian.
Sengsong lebih memilih menjadi manusia merdeka yang suka berkelana dan menemukan petualangan-petualangan baru.
Kembali ke harga PSK Online ini, dari pantauan tim kami yang bertugas dan masuk dalam sebuat grup "Majelis" binaan Sengsong, tim redaksi berhasil mengamati hasil percakapan dan tawar menawar ybs bersama salah satu PSK online.
Dan ternyata harganya tak banyak berubah, bahkan tarifnya tak berpengaruh dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Ini patut di apresiasi, bisnis perlendiran ini menjadi salah satu sektor yang ternyata tak berpengaruh terhadap harga BBM maupun Inflasi.
Lantas, Apa yang bisa mempengaruhi?
Pertanyaan ini masih dicarikan jawabannya ke depan. Semoga mas Sengsong dan teman-teman Majelis bisa menemukan jawabannya melalui riset empiris.
Tentu saja, riset ini membutuhkan dana yng cukup. Bagi kalian yang berkenan mendanai riset ini, mas Sengsong pun sangat terbuka dan siap transparan mengelolanya.
Salam santuy.
***