SuaraPantura.com- Siapa yang tidak tahu kisah cinta legendaris, Ramayana. Kisah cinta segitiga antara Rahwana, Sinta dan Rama.
Rahwana, Sang Penguasa Alengka yang dikenal kejam namun begitu mencintai Dewi Sinta hingga akhir hayatnya.
Kisah cinta terlarang Rahwana yang menurut sebagian orang adalah hanya tentang kisah cinta penuh nafsu angkara murka.
Tidak demikian adanya, sosok Rahwana sebenarnya adalah pecinta sejati. Dia sosok penguasa yang memiliki jiwa ksatria murni.
Semenjak banyak yang mendalami alur kisah cinta Segitiga yang asli, cerita kisah cinta yang sebenarnya tidak sama seperti yang dipahami oleh khalayak.
Kisah dibalik Penculikan Dewi Sinta selama 3 tahun ke Alengka, adalah hal yang hanya diketahui oleh sedikit orang.
Rahwana sangat lah mencintai mendiang istrinya, Dewi Setyawati.
Dewi Setyawati adalah Satu-satunya wanita yang bersemayam dilubuk hati penguasa Alengka tersebut. Hingga kemudian suatu hari Rahwana bertemu dengan Dewi Sinta yang merupakan titisan dari sang mendiang istrinya.
Dewi Sinta adalah titisan Dewi Setyawati, seorang istri yang sangat dicintai Rahwana.
Sayang, Rahwana bertemu dengan Dewi Sinta dikala Sinta sudah berstatus seorang istri.
Rahwana tahu betul bahwa titisan Dewi Setyawati adalah sosok orang yang setia dan berpendirian teguh. Namun hal itu tak lantas membuatnya gentar berusaha merebut hati Sinta, dan senantiasa menunggu.
Hingga suatu saat, Rahwana dan Sinta beradu pandang satu sama lain. Dalam lekatan pandangan tersebut, mereka saling bertanya dan menjawab dalam hati.
"Tidakkah kau mencintaiku Sinta? Tidakkah kau mengingatku walau sedikit saja sebagai orang yang pernah kau cintai sampai mati?" Tanya Rahwana pada sosok Sinta yang merupakan titisan mendiang istrinya.
Kemudian Sinta menjawab "Aku sebenarnya juga mencintaimu, namun saat ini aku terikat pada Rama. Jika kau mencintaiku maka tolong relakanlah aku dan kembalikanlah aku".
Jawaban Sinta menjadi titik balik Rahwana, dan seolah menjadi mantra baginya. Hidup Rahwana ibarat hanya untuk mendengar jawaban Sinta tersebut.
"Jika benar itu maumu, sebagai ksatria aku akan berperang satu lawan satu dengan Rama. Jika dia bisa mengalahkanku, maka akan aku kembalikan kau padanya" Tegas Rahwana pada Dewi Sinta.
Tanpa diduga, Rama beserta Hanoman dan balatentara wanara menyerbu Alengka. Dengan kekuatan Panah Saktinya, Rama berhasil mengalahkan Rahwana dan membunuhnya.
Akhirnya Dewi Sinta berhasil bebas dari sekapan Rahwana, dan berhambur kepelukan Rama. Namun, tak disangka-sangka Rama malah menghindari Sinta.
Rama ragu akan kesucian Sinta yang telah disekap Rahwana 3 tahun lamanya. Rama curiga Sinta telah ternoda oleh Rahwana.
Sinta pun dengan susah payah menjelaskan pada Rama bahwa tidak sedikit pun Rahwana menyentuhnya. Akan tetapi Rama tidak bergeming. Rama masih meragukan dan tidak percaya pada Sinta.
Dengan berat hati, Akhirnya Sinta melompat kedalam kobaran api untuk membuktikan bahwa dirinya masih suci.
Ternyata kobaran Api pun tidak menghanguskan tubuh Sinta, Api tidak membakarnya.
Melihat hal itu, lantas Rama mengerti dan percaya, hingga menerima kembali Sinta sebagai Ratu Ayodya.
Rama dan Sinta kemudian hidup bahagia bersama.
Cerita tidak sampai disitu, karena nyatanya ada setitik pilu yang dirasakan Sinta dalam hatinya. Sinta ternyata sedih Rahwana yang begitu mencintainya sudah tidak ada lagi. Sinta sedih lantaran ketiadaan Rahwana membuat hatinya terasa kosong.
Benar, Sinta merasa hampa karena baginya, Rahwana adalah sosok yang mencintainya dengan tulus, yang tidak perduli Sinta telah ternoda atau tidak, cantik atau tidak, Rahwana tetap akan mencintainya.
Rahwana, satu-satunya sosok kesatria yang mencintainya tanpa tapi. ***