SuaraPantura.com - Pembahasan tentang kemiskinan ekstrem yang ada di Kabuaten Pemalang kembali menghangat. Apalagi dengan turun langsungnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke Kabupaten Pemalang secara khusus guna konsen terhadap kemiskinan ekstrem di Pemalang.
Dalam kunjungan kerjanya pada Selasa, 24 Januari 2023, Ganjar Pranowo langsung meminta agar Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Pemalang dikumpulkan.
Melalui Camat dan Kepala Desa tersebut kemudian ganjar memetakan solusi terhadap kemiskinan ekstrem di Pemalang, melalui saluran-saluran endataan yang valid, dan menggandeng perusahaan setempat untuk menyerap pengangguran di kawasan miskin ekstrem tersebut.
Selain itu Ganjar juga memberikan solusi-solusi lain terutama pelatihan-pelatihan kerja dan jaminan sosial yang dicover Pemprov Jateng.
Langkah cepat ganjar ini perlu diapresiasi, pasalnya Plt. Bupati Pemalang sendiri masih terkesan 'biasa-biasa saja' dalam penanganan kemiskinan ekstrem tersebut.
Jika minilik data BPS Jawa Tengah, Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Pemalang pada tahun 2019 sebesar 15,41%, sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 16,02% sementara di tahun 2021 kembali meningkat menjadi 16,65%.
Selain itu, saluran komunikasi warga pemalang terhadap pemerintahan pun sangat minim.
Disaat daerah lain pemimpinnya sudah menggunakan media sosial untuk menyerap aspirasi warganya, rupanya Kepemimpinan Plt. Bupati Pemalang belum sepenuhnya membuka saluran komunikasi via media sosial tersebut secara maksimal.
Mungkin banyak yang berpendapat Plt. Bupati Pemalang itu Gaptek, namun bukankah Ia memiliki seluruh sumber daya untuk memanfaatkan saluran sosial untuk masyarakat?.
Melihat beberapa media sosial yang dikelola pemerintah maupun medsos pribadi Plt. Bupati, tampak sekali saluran sosial itu tidak dikelola dengan baik.
Padahal banyak aduan masyarakat yang datang di akun pribadi Pkt. Bupati namun respon lambat bahkan sama sekali tak ada respon.
Apakah di tengah kemiskinan ekstrem di Pemalang sang Pemimoun memilih tutup mata dan telinga terhadap rakyat?.
Heu heu heu.
***